Senin, 14 Maret 2011

RUMAH kita...


            Tx God…Secangkir kopi plus jajanan pasar. Sarapan pagi yang sempurna. Giris hati gw ngelihat tayangan televisi yang berulangkali, mengabarkan tragedi tsunami di Jepang. Manusia boleh sepandai apa pun, seperti mereka yang sudah merancang tembok anti tsunami dan pondasi bangunan anti gempa…tapi sekali alam marah, semuanya bisa hancur dalam hitungan detik. Bayangan gw, sedang apa orang-orang itu ketika air tiba-tiba menghantam negeri mereka? 

            Rumput tetangga, tampak lebih hijau dari rumput halaman rumah kita. Pribahasa lama sering gw denger. Ya, kita nggak nyadar suka memuji-muji dan menganggap orang lain, jauh lebih beruntung. Coba tinggal di Singapore…Negerinya bersih banget, disiplin, shopping barang-barang bagus, transportasi gampang, tempat wisata keren-keren. Andai tinggal di Australia, kita bisa mengalami musim dingin. Mau lihat salju, bisa ke Mount Buller.
Tinggal di Jakarta? Huuhh…Udah macet, polusi, tingkat kemiskinan juga masih tinggi dengan tanda banyaknya pengemis, pemukiman kumuh, jorok, dll.. Naik kereta saja, sering telat jadwalnya. Sinyal rusak, naiknya juga berdesakan, banyak copet.. Waduh, segudang keluhan. Bandingin kalau kita naik MRT di Singapore. Makan, ngerokok, buang sampah, tidak boleh. Benar-benar bersih dan jadwal tepat waktu.
            But gw bersyukur, gw tinggal di Indonesia, Serpong…yang sudah masuk kawasan Jakarta “coret” alias Tangerang. Meski tinggal dalam kawasan padat, nggak ada MRT, nggak bisa ngerasain mall se-spektakuler yang ada di Melbourne, Orchard Road Singapore, tapi hingga detik ini gw bisa berkumpul bersama keluarga kecil gw, makan secukupnya…tidur di tempat yang layak. Tx God!
            Masing-masing orang sudah memiliki “porsi” sendiri. Bersyukur, kita sudah di”tempat” kan di Indonesia, Jepang, Cina, Amerika…di mana pun… Impian untuk mencapai satu kesempurnaan, memang perlu dan sah-sah saja. Seperti ketika gw bisa ngerasain jalan di Melbourne, gw sempat “takjub” wow… Orang-orang yang lalu lalang, penampilannya keren. Jaket, cappucone, polo shirt, etc…Nggak ada tuh, nemuin orang kusut masai di jalanan. Apalagi pengemis, pengamen, etc… Gw sempet iri, betapa enaknya mereka kali ya… Pendapatannya pasti di atas rata-rata, standart hidup tinggi.
            But ya…itulah, kita masing-masing sudah punya “tempat”. Tinggal gimana, kita bisa nikmati dan ngejaga tempat kita masing-masing. Nggak perlu ngerasa terlalu terpuruk, jelek, or di bawah rata-rata…sebaliknya, nikmati saja. Bayangin saja… Jepang, bukannya negara super? Transportasi, teknologi, standart hidup…mmm. Tapi hanya dalam hitungan detik, semua musnah. Bahkan sekarang radiasi nuklir mengancam…
            Tx God…selama kita masih bisa bernafas, berpikir, punya akal sehat, nggak ada salahnya..always ingat, karena apa yang kita punya sekarang belum tentu lebih buruk dari orang lain. Sebaliknya, apa yang kita punya sekarang juga bisa saja musnah dalam hitungan detik. So, bersyukur…bersyukur. Itu saja… (ft:berbagai sumber)

Tidak ada komentar: