Senin, 28 Februari 2011

my fave band...


Mau tak mau terima sajalah
Mau tak mau sudahi sajalah
Mau tak mau rasakan sajalah
Pergilah sajalah
Bye bye…
            Sepotong martabak telur dan secangkir kopi. Sarapan pagi yang sempurna. Apalagi sambil ngedengerin single terbaru Gigi. Lagu ciptaan Armand Maulana itu rencananya bakal ada di album yang edarnya bertepatan dengan ulangtahun ke 17 group musik senior itu. Tepatnya, 22 Maret 2011 besok. Mmm, senior? Hitung-hitung, lama juga ya…gw mengenal sekaligus mengidolakan mereka.
            Flashback sedikit…Gosip bakal ada group band baru bernama Gigi, gw denger dari Ronald. Drummer yang pernah memperkuat Dewa 19 dan kini gw lihat sering muncul bareng Andi Rijanto orchestra itu bilang, punya band baru. Mmm, unik juga kelihatannya… Setahu gw (yang bukan pakar musik), Dewa Budjana ngejazz banget. Beberapa kali gw interview dengannya, waktu musisi asal Bali itu main bareng Krakatau, Spirit dan Indra Lesmana cs di  Java Jazz. Lha kok, dia bisa nyambung dengan Armand Maulana, vokalis berambut gondrong (saat itu…) yang terkenal dengan gaya ngerock-nya. Suka lompat sana-sini, atraktif banget. Meski waktu saya interview dengan cowok kelahiran Bandung, 4 April itu dia sedang memperkuat Trio Libels, ngegantiin sementara Edwin Manansang yang sibuk ngantor dan kuliah.  
            It’s magic. Perfecto, hasilnya. Selain Ronald, Armand dan Budjana, ada Baron dan Thomas Ramdhan. Album perdana mereka yang mencetak hits Angan dan Nirwana, bikin gw pribadi langsung jatuh cinta. Meski cover albumnya nyeleneh, bergambar kloset…tapi isinya man…Gila! Gokil! Klipnya masih gw inget banget, Armand ala Indian Style, suaranya alamakkk…
            Sedih juga, waktu Gigi sempat ganti personel. Keluarnya Baron yang study ke Amrik, disusul Ronald. Yah, meski Budhy Haryono penggantinya gw juga tahu banget, powernya. Beliau gw temuin sebelumnya waktu memperkuat Krakatau. Nggak apa-apa deh…toh dalam bermusik dan berkarya mereka tetap konsisten. Selalu beda. Ya, meski kadang gw ngerasa beberapa lagu mereka kenceng banget, setelah keluarnya Baron dan Ronald. Album 2X2 makin terasa beda dengan cabutnya Thomas Ramdhan, lantas digantikan Opet Alatas. Rock-nya lebih terasa…Itu menurut gw yang buta musik. 
            Gw memang awam soal musik. Tapi yang gw denger, cabikan bass Thomas touch-nya beda dengan Opet. Plus kalo biasanya mereka double gitar…(minus Baron), gitarisnya tinggal Budjana. Syukur banget, meski gw juga suka gaya main Opet, Thomas akhirnya balik lagi. Lagu hits macam Terbang, Kepastian yang Kutunggu, Cinta Terakhir (soundtrack Film Brownies), bikin gw makin cinta dengan group band yang selalu membumi, tampil apa adanya itu. 
Down to earth! Yup… Salut gw dengan Gigi yang kini berempat; Armand, Budjana, Thomas dan Gusti Hendy itu…Always down to earth. Nggak ada bedanya, Gigi 17 tahun lalu dengan Gigi sekarang… Nyeleneh, kocak, baik, rendah hati, kritis kalau ngejawab pertanyaan wartawan, tegas (gw pernah kena marah dan ditinggalin Budjana, gara2 nggak ontime hahahaha), konsisten dan bertanggungjawab dengan karya yang mereka hasilkan  (paling penting!)…biar orang ngomongin musik apa pun, mereka keukeuh dengan warna mereka sendiri.
Soal power juga yang bikin gw makin cinta… Kalo beberapa band, vokalisnya udah ngos-ngosan nyanyi live beberapa lagu, Gigi??? Wow…hajar, man! Bahkan, puasa-puasa pun mereka tampil full… Waktu mereka check sound, gw denger aslinya…Gila, suara vokalis Gigi seperti ini? Waduuhhh! Sumpah, suer, sumprit, keren bangetttt! Nggak perlu dimanipulasi di studio, aslinya… mmm. Bersyukur banget, andai dianugerahi suara bagus seperti itu.
Gw memuji, bukan tanpa alasan. Seorang musisi senior yang dulu pernah gabung bersama Emerald dan Modulus mengatakan, vokalis yang staminanya “gila”, tetap terjaga dan vokalnya bisa dipertanggungjawabkan, salah satunya ya vokalis Gigi…Yippiiieee…
            Bangga juga, ketika tahu mereka ngeluarin album religi Raihlah Kemenangan, tahun 2004. Boleh dibilang, mereka pencetusnya…Nyatanya tahun berikutnya berlomba-lomba band lain ikutan ngeluarin album religi. Idiiihhhh… Gitulah, budaya kita…Ngekorrrr…Jam terbang, juga gila-gilaan. Pernah waktu gw menghitung jadwal manggung mereka, seminggu empat sampai lima kali show!  
            Dua puluh satu hari lagi, mereka ultah ke 17… Orang bilang, makin tua biasanya makin uzur. Tapi buat Gigi, gw lihat malah makin berisi, matang, dan powernya stabil… Gw memang nggak punya hadiah apa-apa buat ultah mereka, karena yakin apa pun mereka sudah punya dan bisa miliki apa pun… Gw hanya berharap dan berdoa saja, moga gw masih diberi kesempatan denger dan lihat karya mereka…(moga juga mereka masih mau ingat gw hahahaha….) Stay the same ya Gigi…wish you all the best.  Biarkan trend cenat cenut, melayu, wajah imut, atau apa pun mewabah, Gigi tetap konsisten dengan musik yang mereka bawain dan lagu-lagu yang mereka bikin sendiri…Biar dibajak, tetap semangat…karena (pasti)…Gigikita (sebutan fans Gigi) dan pendengar musik Indonesia masih butuh dengerin musik berkualitas seperti musik kamu. (foto: www.gigionline.com) 
 

2 komentar:

Mury MY mengatakan...

salam knal mbak, sya jg fans berat GIGI. sya jg udah punya single GIGI bye-bye dr internet, tp itu hanya karna rasa penasaran pngn cpt dengerin single barunya. klo albumnya udah kluar jg sya pasti bli. dan Gigikita yg lain jg sama sperti sya. jd yg slh tuh menurut sya teknologi digital (internet) yg ada d zmn skrg. harusnya situs2 yg nyediain mp3 gratis itu d block sma kyak situs porno.

Unknown mengatakan...

tx ya Mury...percaya kok, Gigikita musti beli CD aslinya dan nggak rela karya Gigi dibajak.