Kamis, 09 Desember 2010

Consequences...


It’s a wonderful day…Sambil ngetik, ngedengerin lagu, saya masih bisa ym-an dengan beberapa kawan. Entah, apa yang sedang dilakukan SBY sekarang. Orang nomor satu di negeri ini. Duduk di ruang kerjanya, sambil menerima tamu, membaca setumpuk paper atau meeting dengan petinggi negara…Saya berani taruhan, isi kepala beliau tidak se-fresh saya. Bayangkan saja, sejumlah tuntutan, protes, bahkan caci maki beliau terima setiap hari…Itu yang kelihatan, sementara tidak sedikit orang kita yang suka “ngrundel” di belakang.
Kasihan. Belum tuntas masalah KPK, Bank Century, Gayus, musibah di beberapa kota, muncul lagi masalah kedaulatan Yogya, tuntutan petani di daerah bencana soal ternak mereka yang dijanjikan akan dibeli pemerintah, …etc. Andai sebuah film, pasti soundtracknya lagu milik Project Pop…Capek deh…capek deh…
He’s only a human being…dia hanya manusia biasa. Ya, memang no excuse untuk sebuah tanggungjawab yang sudah bersedia dia pegang. Jujur, saya pun merasakan hal yang sama, ketika memegang tanggungjawab memegang sebuah rubrik. Anytime…protes, pertanyaan, sanggahan, musti diterima dengan lapang dada. Edisi ini, fotonya banyak salah letak. Teks salah cetak, judul-judul tidak menarik, bahan kurang update, bla…bla…bla…Pusinggg…But, itulah konsekuensi setiap pekerjaan. Tuntutan tanggungjawab, tuntutan tampil sempurna dan memenuhi selera banyak kepala.  
Pernah saya merasa “cemburu” dan gemas melihat anak muda sekarang too much excuse. Contoh sederhananya, ketika saya masih “ngantor” di sebuah penerbitan. Ingin menemui nara sumber, alamat dan nomer telponnya ada yang menyiapkan. Rapat redaksi yang dahulu dikatakan “acara paling sakral” alias tidak boleh absen, kini bisa ditinggalkan. Template menulis standar yang berulangkali dijelaskan, tetap saja dilanggar. Foto tidak lengkap. Sementara saya tidak bisa meninggalkan meja kerja saya seenaknya. Baik atau jelek output yang keluar, redakturnya dulu yang dipanggil. Foto kudu sempurna dan lengkap. Sampai-sampai, ketika rasanya semua masalah terkumpul menjadi bola salju yang siap menghancurkan, saya hanya bisa bilang,…tangan saya hanya dua, saya manusia biasa… hahahaha…Setelah saya pikir-pikir lagi, konyol. Kenapa saya musti mencari-cari alasan buat pembenaran? Ya, silahkan telan bulat-bulat semua resikonya, bila kita sudah bersedia menerima tanggungjawab itu. Tidak mencari-cari pembenaran…
Siap atau tidak, ketika kita mengiyakan suatu pekerjaan, tandanya kita siap menjalankan sesuai porsinya. Kini, saya memang bebas memutar musik keras-keras, menonton televisi dan chatting anytime, tanpa memikirkan siapa yang melayout tulisan saya, bagaimana wujudnya saat sudah dicetak atau bagaimana respons pembaca. Namun hati kecil saya justru merindukan, masa-masa saya musti berkutat dengan segudang tanggungjawab, tuntutan mengejar target untuk bisa sempurna. Karena lewat kritikan, tuntutan, teguran, saya terpacu untuk semakin berhati-hati mengerjakan setiap detail pekerjaan saya. Semua tanggungjawab, jabatan, punya konsekuensi. Kalaupun SBY dan SBY-SBY lain, di”hajar” beragam kritik, termasuk kamu…anggap saja, that’s your concequences…Be happy dengan apa pun yang kita jalani dan miliki. (tx to orang-orang yang sudah “membesarkan” saya…)

Rabu, 08 Desember 2010

PACKAGING...


  Irfan Bachdim, pemain sepakbola bernomor punggung 17 itu, ngedadak ngejebol twitter, facebook, hingga infotainmen. Bukan gara-gara Timnas Indonesia mengalahkan Malaysia, Laos dan Thailand dengan angka spektakuler di piala AFF Suzuki, but karena ganteng…(kata puluhan ribu followernya). Nggak beda jauh dengan nama Jack Hanafie peserta Indonesia Mencari Bakat2 di Trans TV yang tiba-tiba diomongin di twitter. Meski sebenarnya permainan gitar dan vokalnya memang layak diperhitungnya, followernya lebih dahulu “jatuh hati” karena he’s so cute. Mmm…dua cowok ini mengingatkan saya, pentingnya “packaging” atau kemasan. Everything looks good di luar, meski we don’t know…seperti apa isinya.
            My ex boss, sekaligus guru saya pernah mengajarkan, bagaimana menarik our reader, serta membuat mereka menghargai karya kita. Beliau mengibaratkan, buah kesemek yang disusun sedemikian rupa dalam mangkuk kristal, dibanding buah kesemek yang berada dalam mangkuk biasa. Nilai buah menjadi “plus”, berkelas. Meski intinya, sama-sama kesemek. That’s it...Ide kita bisa luar biasa brilyan, karya kita spektakuler, namun ketika kita tidak mampu mengemasnya dengan sempurna, nggak akan ada yang memberi nilai lebih. Boro-boro, ngelirik…
            Soal karya, bolehlah…Memang kita tidak bisa asal, mengerjakan apa pun. Musti detail, jelas, serta tuntas. Menurunkan sebuah tulisan di media cetak yang pernah membesarkan nama saya misalnya, saya musti detail, lengkap, hingga lay out akhirnya pun ikut mengawal. Bukan sok mencampuri departemen lain (produksi), namun kita juga musti bertanggungjawab dengan kemasan yang kita buat. Tulisan sebagus apa pun, percuma. Bila tampilan lay out di majalah, asal. Atau…foto tidak mendukung, huruf banyak yang salah cetak…Namun, bagaimana soal relationship? Soal profesionalisme kerja? Hubungan antar manusia? Mustikah kita melihat dari sisi packaging dahulu?
Nggak fair? Yup! Saya sering bersinggungan dengan mereka yang punya kacamata sempit. Seorang manager group band yang lagi naik daun (kala itu), menganggap saya main-main. Bahkan dengan pongahnya, dia minta KTP saya…Namun saat dia membaca status saya mahasiswa…mmm, dia langsung berubah sikap. (**** mungkin dia beranggapan, saya tidak sekolah? Atau…hanya pemburu artis yang suka minta foto bareng dan ngerecokin?)
 Suatu siang, ketika makan di sebuah foodcourt langganan saya…tiba-tiba waitress yang “biasanya” cuek, bahkan saya perlu berulangkali order, begitu ramah menyapa. Mereka dengan semangat bolak balik ke meja saya, menawarkan menu baru atau bantuan yang lain. Mengapa mereka sangat berbeda hari ini? Pikir saya… Ouch! Gara-gara, kemarin profil saya muncul di edisi minggu sebuah harian di kota kelahiran saya itu. Dasar!
Panas. Ketika teman saya diterima bekerja di sebuah majalah remaja (long time ago), sementara lamaran saya tidak diterima. Jam terbang saya dan dia, jauh. Saya sudah bertahun-tahun menulis di beberapa media cetak. Usia kami sama…status kesarjanaan kami, sama. So what? Kemasan lagi? Ops…saya langsung berpikir negatif saat itu…Ya, iyalah…dia memang proporsional badannya dibanding saya yang “nggak jelas”.
Yup…itu masa lalu. Saya beri dua ibu jari saya, buat orang yang mau menerima saya bukan dari kemasan yang kelihatan pertama kali, tapi dari isi yang saya bawa. But, packaging memang penting. Lepas dari fair atau unfair…Justru dengan tantangan soal kemasan ini pula yang bikin saya makin though, makin kebal…hehehehe…
It’s up to you, gals…Mau menilai seseorang dari packagingnya duluan, atau isinya…(special thanks to everyone yang menerima gw seperti apa adanya gw…)

TOP 5 HORROR TOUR


COCOK BUAT UJI NYALI
            Legenda tentang tempat-tempat berhantu atau adanya roh gentayangan akibat kebengisan sesama manusia, sering kita dengar. Namun beberapa tempat di dunia ini, tercatat memiliki sejarah mengerikan, hingga masuk dalam lokasi wisata paling mengerikan di dunia karena banyak penampakan dan kejadian aneh di sana. Ingin menguji keberanian anda? Agendakan saja salah satu tempat ini sebagai tujuan wisata anda, karena kini pemerintah setempat sudah membukanya untuk umum. Tapi ingat…jangan coba-coba berangkat seorang diri ya!

Kamp Konsentrasi Autschwitz, Birkenau-Polandia
            Kekejaman perang memang menyisakan penderitaan bagi siapa pun, termasuk korban penyiksaan yang akhirnya menjadi roh gentayangan. Orang-orang tidak berdosa, masyarakat sipil yang berasal dari Polandia dan Yahudi, tewas mengenaskan di kamp yang beroperasi Mei 1940 sampai 1945 dalam masa pemerintahan Hitler ini, karena menghisap gas beracun. Mereka dianggap musuh negara, maka harus dimusnahkan. Sadis. Ya. Awalnya sebuah kamar mayat di krematorium yang ada di Autschwitz diubah menjadi kamar ga.
Lebih dari 3 juta manusia, tewas karena dibakar hidup-hidup atau keracunan dalam kamar gas. Prosesinya mudah. Mereka dikumpulkan dalam satu ruangan, lantas aliran gas dibuka. Cukup 20 menit saja, semua orang yang ada dalam ruangan itu, mati lemas. Nggak berhenti di situ saja, mayat mereka dibawa ke ruang bawah tanah. Lantas dimasukkan dalam oven, dibakar hingga menjadi abu. Kebiadaban Hitler ini sangat mengerikan dan menghantui hingga kini.
Bila ingin wisata horor di tempat ini, sebaiknya pikiran kita tidak sedang kosong. Terbukti banyak turis yang tidak kuat melanjutkan perjalanan melihat-lihat beberapa ruangan di bangunan ini. Mereka merasakan ada kekuatan gelap yang membuat kesadaran mereka melemah. Tanpa sadar, ada “tangan” tak dikenal meraih tangan mereka ketika berjalan di lorong yang menghubungkan satu ruangan dengan ruangan lainnya. Sesekali juga terdengar rintihan orang kesakitan atau bisikan menyeramkan…
Para pendatang juga sering kelihatan tiba-tiba menangis sambil berlarian di sepanjang lorong, tanpa sebab yang jelas.  Aroma kematian seperti tercium di tiap sudut. Sampai-sampai, tak ada binatang seperti burung, kupu-kupu atau apa pun di sekeling bangunan itu, meski pohon-pohonnya rindang dan subur. Benar-benar, seperti tempat “pemakaman”.   Beberapa paranormal yang datang, tidak mampu menjelaskan misteri itu. Namun bukti otentik terlihat dari bayangan putih yang tertangkap kamera wisatawan. Mmm…kamu berani mencoba berjalan-jalan ke sana?

Whitechapel/Spittalfields, Inggris
            Pernah mendengar pembunuh misterius Jack the Ripper yang sampai detik ini belum berhasil ditangkap? Kabarnya, daerah Whitechapel/Spittalfields, sebelah timur London atau kawasan Tower Hill ini memiliki banyak bangunan bersejarah.
Ketika masih dalam abad kegelapan, wilayah itu merupakan pemukiman orang etnis Anglo dan Yahudi yang pekerjaannya sebagai rentenir. Tempat perjudian, pelacuran, berkembang di sini. Berbagai tindak kejahatan pun sering memakan korban. Seperti tahun 1888 ketika sejumlah korban pembunuhan brutal ditemukan. Korban-korbannya dimutilasi secara rapi, lantas dibiarkan berserakan di lorong jalan. Herannya profesi korban, sebagian besar adalah wanita tuna susila.
            Masyarakat setempat tidak berhasil menemukan siapa pelaku pembunuhan berantai itu, hingga muncul tokoh misterius, Jack the Ripper. Pembunuh legendaris ini diduga seorang dokter. Namun beberapa pengamat menduga pelaku pembunuhan itu adalah cucu Ratu Victoria, Pangeran Albert Victor. Bila ingin menguji keberanian kita, boleh kok berjalan-jalan di sepanjang lorong-lorong, tempat korban mutilasi ditemukan. Kamera turis yang datang, sering menangkap ada bayangan aneh yang menyertai mereka selama perjalanan. Uniknya, pemerintah setempat  menggunakan tempat ini sebagai salah satu tempat tujuan wisata. Bbbrrr…

Kamp Eksperimen Harbin-Cina
            Satu lagi salah satu bukti kekejaman masa pemerintahan Hitler, Unit 731 Kamp Eksperimen yang ada di Harbin, Manchuria Cina. Bila kamp konsentrasi yang ada di Polandia, korbannya mati di kamar gas, kamp ini merupakan tempat uji coba senjata biologis. Obyeknya ya…manusia! Semua tawanan jangan berharap bisa menghirup udara bebas lagi, karena mereka akan digunakan sebagai kelinci percobaan. Sebagian besar berasal dari Manchuria dan Jepang, tahanan dari perang dunia ke dua.
            Selain menjadi obyek percobaan bagi senjata biologis, mereka juga ada yang disuntik virus antrax, kolera dan pes.  Bayangkan, penderitaan korban. Mereka mati dengan perlahan-lahan dan tersiksa. Tidak heran, bila tempat yang sudah dibuka buat wisatawan dan peneliti ini, sangat menyeramkan. Beberapa paranormal pun menganggap sering terlihat hantu berkeliaran di tempat itu. Konon, mereka yang mati penasaran, sangat agresif. Suara mereka yang mendirikan bulu roma, membuat siapa pun yang datang, berpikir ulang buat kembali. Namanya juga manusia, rasa ingin tahunya tinggi. Bila belum mencoba, manusia pasti masih tidak percaya. Makanya, sampai detik ini masih banyak turis bertandang ke tempat ini.  Beberapa Camera Man TV pun sering mengalami kejadian aneh, seperti lampu mereka mendadak mati, alat mereka macet atau beberapa penampakan tertangkap kamera.

Kastil Dracula, Wallachia Transylvania-Roma
            Ingin bertandang ke kediaman dracula, makhluk penghisap darah manusia? Coba saja uji keberanian dengan menyambangi kastil yang dipercaya merupakan “rumah” dracula, di pegunungan The Carpathian Mountain di kawasan Wallachia, Transylvania. Pegunungan yang dikelilingi hutan pinus ini, berada di sebelah selatan Romania dan sebelah utara, Serbia dengan pemandangan yang luar biasa. Nggak heran, turis dan ilmuwan, sering menghabiskan waktu dengan bertualang ke tempat ini.
            Anehnya…kastil dracula ada di lereng pegunungan itu  kini, sulit dicapai manusia, karena tidak ada jalan utama atau jalan setapak. Walaupun sering tertimpa badai dahsyat, hingga tahun 1974, puri itu masih tegak berdiri. Tak jelas, siapa “penghuni” sebenarnya yang berada di tempat terisolir itu. Konon, ketika kita mendekati wilayah ini saja…semua peralatan elektronik,  radio, atau alat komunikasi apa pun langsung eror. Hiii!
            Percaya atau tidak, bangunan ini sebenarnya salah satu kastil milik Vlad Dracul  ayah dari Vlad the Impaler, manusia yang diyakini punya kaitan dengan dracula. Beliau yang lahir tahun 1430 dan meninggal tahun 1477, memerintah wilayah Wallachia dan dikenal sebagai Prince of Wallachia.

Pennsylvania – Amerika
            Perang saudara antara tentara Union melawan tentara Konfederasi tahun 1863, menyebabkan banyak korban. Beberapa prasasti dan senjata, bisa kita temukan di sini. Namun jangan terkagum-kagum dengan banyaknya monument saja, karena roh mereka yang gentayangan juga sering menghantui pendatang yang mengunjungi kawasan Gettysburg, Pennsylvania ini. Pantas saja, kota ini populer sekali dengan julukan kota hantu. Bayangkan saja, ketika kita melintas di wilayah ini malam-malam, tiba-tiba ada prajurit perang lengkap dengan atributnya, lewat tidak jauh dari tempat kita berada. Bahkan ada yang melihat hantu George Washington!
            Penasaran? Lihat saja hasil penelitian Mark Nesbitt, seorang paranormal yang menulis buku Ghost of Gettysburg. Dia tidak hanya menulis hasil temuannya itu, tapi juga mendokumentasikannya dalam bentuk film documenter.  Mmm…hantu bisa eksis juga ya.
            Agar suasana serem makin terasa, paket wisata yang ditawarkan di kota ini juga menggunakan berbagai media. Salah satunya dengan jalan-jalan tengah malam dengan diterangi bantuan lilin saja! Mengerikan, pasti. Apalagi beberapa paranormal dan masyarakat setempat sudah membuktikan, mereka melihat penampakan sering ditemui di beberapa jalan dan lorong yang ada di Gettysburg.  Selain itu, berbagai kejadian aneh juga bisa ditemui di kampus College of Pennsylvania yang ada di kawasan ini. Dahulu bangunan itu merupakan kamar mayat. Erangan prajurit yang meregang nyawa juga sering terdengar, sangat memilukan! (steph)

Sabtu, 04 Desember 2010

Be Positive


            Siang ini, sebuah message di wall Facebook saya membuat saya tertegun. Damn! Bener juga kata teman saya, Bening. Kata-kata bijak yang saya sadur di status saya, bukan saya dengar dari acara Golden Ways-nya Mario Teguh. But…dari message yang tertulis di kamar kecil, kantor tempat saya dahulu bekerja… Isinya: “Berpikirlah positif, maka hal positif akan datang padamu.”
            Pesan singkat itu memang tertulis di sehelai kertas yang ditempelkan di balik pintu toilet. So, setiap kali saya ke kamar kecil, pasti melihat dan membaca message yang kelihatannya sepele itu. Kenyataannya? Dahsyat bener, artinya. Tanpa sadar, saya suka berpikir negatif duluan dalam hal apa pun. Soal relationship, misalnya. Ada ketakutan akan ditinggalkan, dibohongi, dicurangi, diomongin, etc…Masalah pekerjaan, muncul praduga akan jelek hasilnya, tidak disukai orang lain, dicela, …bla..bla…bla.. Pikiran negatif juga selalu muncul ketika saya bertatap muka dengan orang-orang yang bahasa tubuhnya “menurut saya”, tidak menyenangkan.
            Belajar dari pesan singkat itu, saya mencoba berpikir positif. Andaikan saya berpikir negatif duluan, pasti saya hanya akan terbelenggu oleh ketakutan-ketakutan saya sendiri. Teman-teman, keluarga, orang-orang di sekitar saya, pasti juga akan segan “mendekati” saya. Mereka pun tidak bisa memberi penilaian positif tentang saya, karena istilahnya belum kenal saja sudah pasang wajah kenceng!  Sekedar catatan, message sederhana itu pun membuat saya belajar menghargai masalah sekecil apa pun.
           

Jumat, 03 Desember 2010

Gerimis di Hati Stephie


Maaf. Judul ini sebenarnya pernah digunakan senior saya, Budi Maryono atau Nora Umres dalam salah satu novelnya. Entah, apa yang harus saya katakan, ketika hari ini saya melihat beberapa foto Bapak Darmanto Jatman, budayawan dan penulis senior angkatan Alm. WS Rendra dan Alm. Umar Khayam. Seluruh rambutnya memutih, terduduk di kursi roda, …bahkan pedihnya lagi…beliau dikabarkan sulit mengenali orang-orang yang datang. Bahasa beliau pun kacau. Ingin rasanya, detik ini saya bisa terbang ke Semarang. Ingin rasanya, saya menggenggam erat tangannya dan berkata…”Terima kasih, pak… Saya rindu wejangan-wejangan Bapak.”
Beliau bukan hanya pernah menjadi dosen, ketua jurusan, pimpinan redaksi Koran Kampus Manunggal yang ikut menempa saya, namun juga bapak yang suka menyentil anak-anaknya dengan ledekan-ledekannya yang mencerdaskan kami. Saya ingat, setiap kali koran kampus kami menulis terlalu tajam, hingga pihak rektorat menegur dan memanggil beliau…Pak Dar hanya tertawa. Beliau menegur redpel kami dengan bercanda. Beliau seakan memahami, ya..beginilah mahasiswa, kadang dianggap terlalu vokal.
Meski  karya beliau tak terhitung, tapi Pak Dar masih mau menyempatkan diri “ngumpul” bareng kami setiap raker atau rapat redaksi. Tongkrongannya pun sangat sederhana. Sepatu sandal, tas slempang dari kulit, menjadi salah satu ciri khas Pak Dar. Saya ingat betul, ketika suatu hari harus mewawancarai beliau untuk sebuah penerbitan di Semarang. Grogi, speechless…!!  Padahal hampir setiap hari saya bertemu beliau di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), kantor redaksi.
Beliau juga sangat disegani di jurusan kami, Ilmu Komunikasi Fisip Undip… Banyak mahasiswa senior saya mengatakan, beliau termasuk pembimbing skripsi yang “sulit”. Ah…pendapat masing-masing orang berbeda, boleh saja kan. Yang jelas…saya tidak pernah melihat atau mendengar beliau menghardik mahasiswa atau marah-marah. Selalu semua hal beliau tanggapi dengan senyum…*** ya, meskipun kadang sambil mengomel….
Saya sangat menyadari, waktu tidak bisa dihentikan. Saat ini pun, saya merasa semakin sepuh…emosi dalam tulisan saya, gerak gerik, bahkan pikiran pun tidak setangkas beberapa tahun yang lalu.  Bila Pak Dar, semakin sulit berkomunikasi, saya tidak bisa berkata apa-apa. Bibir saya kelu…Hati saya sedih…Hari ini, mungkin saya masih berdiri sehat, tapi  saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi dengan diri saya…satu, dua, tiga atau sekian tahun ke depan. Saya hanya bisa berdoa,  all the best buat Pak Darmanto yang pernah saya kenal (dan tidak akan saya lupakan)…Saya bersyukur bisa belajar banyak dari beliau. Terima kasih, Pak Dar…

Selasa, 16 November 2010

HANTU DALAM FILM


CERITA RAKYAT YANG DIANGGAP NYATA
            Bila kita pernah mendengar beberapa “macam” makhluk halus, seperti wewe gombel, nini towong, kuntilanak dan berbagai makhluk lainnya, dunia hiburan pun mengenal “hantu-hantu” yang akhirnya diangkat menjadi cerita rakyat. Bukan hanya dalam film saja mereka ngetop, tapi juga dalam keseharian masyarakat di belahan benua Asia, Amerika dan Eropa. Benarkah roh-roh dalam berbagai versi itu sering mengganggu  akibat dendam kesumat?

KAYAKO SAEKI
 Konon, Kayako putri dari wanita penganut aliran hitam asal Jepang yang memiliki kepercayaan, bila mereka “memakan” roh kegelapan, mereka akan memperoleh apa saja yang mereka inginkan. Cara memakannya? Ya…korban dibunuh. Kasihan. Masa kecil bocah yang sebenarnya cantik itu, tinggal dalam kegelapan, bahkan Kayako tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, karena beliau meninggal dunia sebelum dia lahir.
Bocah yang suka mengurung diri itu pun, akhirnya tumbuh menjadi gadis remaja. Ketika kuliah di sebuah universitas, dia jatuh cinta dengan  Shunsuke Kobayashi. Sayang cintanya tidak terbalas. Setahun kemudian, Kayako  menikah dengan Takeo Saeki hingga melahirkan seorang anak laki-laki bernama Toshio.  Siapa sangka, ketika Toshio mulai masuk sekolah, Kayako kembali bertemu dengan cinta pertamanya. Semua pengalaman menyenangkan yang dulu pernah dia rasakan, seperti terulang kembali.
Kayako kini rajin menulis semua isi hatinya dalam buku harian. Sayang, suatu hari suaminya menemukan diari itu. Emosi Takeo meledak. Dia menghajar Kayako habis-habisan. Ketika wanita itu mau kabur, kakinya ditarik, hingga tubuh mungilnya terjerembab ke lantai. Lutut dan tulang keringnya diinjak, hingga dia mengerang kesakitan. Belum puas juga, laki-laki itu memlintir kepala istrinya, lantas mencekik lehernya. Kejam. Takeo tidak peduli melihat Kayako yang sekarat, meregang nyawa di depan matanya. Dia bahkan sempat duduk tepat di depan tubuh wanita yang dulu pernah dicintainya.
Toshio, putra tunggal yang dia anggap berbahaya karena sempat melihat kejadian itu pun tidak luput dari sasaran amarahnya. Bocah itu dibunuh dengan menenggelamkannya di bathtub, bersama dengan kucing kesayangan Toshio. 
            Takeo benar-benar seperti orang lupa ingatan. Dia  mendatangi rumah Kobayashi, lantas membunuh Manami, istri Kobayashi yang sedang mengandung. Polisi hanya menemukan tubuh Kayako yang mereka kira korban tabrak lari di jalan, tidak jauh dari rumah mereka. Sementara Toshio, bocah cilik itu ditemukan mati lemas di kamar mandi.
            Kejadian itu membuat masyarakat setempat percaya, semua hal yang berkaitan dengan Saeki House, rumah kediaman Kayako yang ada di Narima, akan kena kutukan. Beberapa saksi mata sering melihat, Mar, kucing kesayangan Toshio yang mati itu, mondar-mandir di lorong kamar. Lantas kukunya menggaruk-garuk pintu, hingga menimbulkan suara giris. Belum lagi arwah penasaran Kayako dan Toshio yang suka menimbulkan suara gaduh. 
Karakter hantu wanita berambut panjang ini lahir dari film the Ju-on, trilogi dari The Grudge yang sempat populer juga di Amerika, diperankan oleh Takako Fuji. Namun dalam The Grudge 3, Aiko Horiuchi yang menjadi Kayako Saeki. Sosok perempuan dengan baju putih, menjuntai hingga ke lantai, kemunculannya selalu merangkak  disertai dengan teriakan yang memekakkan telinga, begitu miris dan memilukan. Biasanya, Kayako suka menghabisi korban-korbannya dengan menarik kaki korban hingga terjerembab, lantas menaiki punggung mereka, mencekik atau memilin kepalanya dari belakang. Sungguh sadis dan mengerikan.
Novel dan filmnya juga dibuat dalam berbagai versi. Selain The Grudge trilogi, kita juga mengenal  film Dark Water dan Ju-On. Isi ceritanya tidak berbeda jauh. Namun kisah yang diangkat dari rekaan manusia ini, dipercaya lahir karena kutukan dari manusia yang mati penasaran.

SADAKO YAMAMURA
            Tokoh antagonis dalam novel karangan Koji Suzuki berjudul Ring dan film Ring O ini, karakternya sangat populer di Korea dan Amerika.  Sadako yang memiliki nama lain Samara ini, lahir dari seorang wanita terbelakang bernama Shizuko di Pulau Oshima. Ketika lahir, sang ibu meninggalkan bayi ini di gua, Mount Mihara dekat pantai, karena dia takut kecaman dari penduduk yang tahu dia yang suka memuja dewa laut, belum bersuami. Tujuannya Sadako terbawa air laut. Namun beberapa hari kemudian, ketika beliau kembali, putrinya masih ada. 
            Shizuko memutuskan merawat bayi cantik itu yang ternyata memiliki kekuatan supranatural. Ketika berusia 22 tahun, Sadako yang diadopsi oleh seorang profesor setelah ibunya meninggal, mengenal seorang editor film bernama Toyama. Cinta memang membutakan segalanya. Kedekatan laki-laki itu dengan Aiko, salah satu rekan kerjanya membuat Sadako merasa terusik.
Tanpa diketahui siapa pembunuhnya, suatu hari Aiko ditemukan tewas mengenaskan. Beberapa saksi mata pernah melihat Sadako bersitegang dengan Aiko, sebelumnya. Bahkan Shegimori sutradara tempat produksi film mereka, melihat “bagaimana” Sadako membunuh Aiko dengan kekuatan yang sulit dijelaskan lewat akal sehat. Laki-laki itu pun ditemukan meninggal dengan cara misterius tak lama kemudian, setelah berusaha membongkar kejahatan Sadako lewat beberapa rekaman yang dia simpan.
Believe it or not, kini Sadako yang sejak lahir dianggap bersekutu dengan setan ini selalu mencari korban berikutnya melalui kutukan yang ada dalam video tape. Bila dalam film, siapa pun yang menonton tayangan kisah hidupnya dipastikan meninggal dalam waktu singkat.

FREDDY KRUEGER
Kabarnya, tokoh dalam film A Nightmare on Elm Street ini, asalnya dari cerita rakyat yang ada di Springwood, Ohio. Laki-laki psikopat yang lahir tahun 1940 itu, memiliki  rekor kejahatan dengan membunuh anak-anak di kawasan Elm Street hingga akhir hidupnya. Wajah penuh dengan guratan luka dan tangan berjari-jari besi tajam, merupakan ciri khas setiap dia muncul di antara kegelapan malam. Waspada! Bila kita berjalan seorang diri, sementara hari sudah mulai gelap…dia bisa tiba-tiba muncul!
Freddy memang begitu cepat dan rapi menghabisi korban-korbannya, sehingga polisi tidak mampu menangkapnya, sampai dia meninggal tahun 1968. Sayangnya, kejahatan Freddy tidak berhasil dihentikan. Sebelum meninggal, Freddy sudah membuat perjanjian dengan tiga setan, agar dia  bisa masuk dalam alam bawah sadar manusia, lantas membunuhnya seperti kejadian nyata.
            Tokoh yang diangkat dalam film dengan berbagai versi ini kini diadopsi kisahnya menjadi salah satu urband legend. Ketika perayaan halloween atau pesta rakyat, percaya atau tidak, dia suka muncul dan mengganggu siapa saja yang dianggap sudah mengusik ketenangannya di masa lalu. Salah satu hal yang membuatnya marah adalah melihat orang-orang di sekitarnya, berkumpul dan berbahagia.

JASON VOORHEES
            Laki-laki yang awalnya bekerja sebagai budak ini dilahirkan dengan kondisi cacad mental dan fisik di daerah Cano Crystal Lake. Sang ibu yang meninggal karena perlakuan tidak adil penduduk di sekitar danau itu, membuat dia menjadi psikopat. Hobinya membunuh orang-orang di sana secara brutal. Jason puas setiap mengejar dan membantai korbannya hingga meregang nyawa.
            Kisah hidupnya yang diangkat dalam film Friday The 13th ini berakhir tragis. Jason meninggal dengan dendam kesumat. Rohnya pun gentayangan, bangkit dari kubur dan mengejar korban-korbannya yang diyakini ikut ambil bagian dalam kematian sang ibu.
Sosoknya dalam film digambarkan dengan laki-laki bertopeng, membawa kampak. Tak ada seorang pun yang tahu seperti apa wajah aslinya,  karena mereka yang “bertemu” Jason dipastikan tidak selamat. Konon, rohnya tidak pernah bisa diusir atau dihentikan, kecuali dia dibunuh “lagi” oleh orang yang memiliki darah keturunan Voorhees.
            Beberapa film yang mencoba mendeskripsikan seperti apa wajah Jason sebenarnya, menggambarkan anak muda ini berparut wajahnya karena cacad sejak lahir. Wajahnya begitu menakutkan. Mungkin itu juga yang menjadi salah satu alasan Jason waktu kecil sangat tertutup, karena selalu dicela oleh penduduk di sekitar dia tinggal. Siapa sangka, diamnya dia menjadi bom waktu yang akhirnya menebar teror ke banyak orang. (Steph)
  

ALCATRAZ


NERAKA BUAT NAPI
            Yakin, bahkan percaya. Tak ada seorang pun yang mau tinggal dalam penjara atau Lembaga Pemasyarakatan. Alcatraz, nama rumah tahanan legendaris yang kini dibuka buat wisatawan ini, memang memiliki daya tarik tersendiri karena lokasi dan arsitektur bangunannya.  Kini, tidak ada lagi napi-napi di sana, namun benarkah hantu mereka masih sering membuat keributan atau mengejutkan siapa pun yang berkunjung?

            Alcatraz  yang punya nama lain La Isla de los Alcatraces atau The Island of the Pelicans ini berada di San Fransisco Bay. Lokasi gedung ada di sebuah pulau yang dikelilingi lautan. Bayangkan, bila ada di sana,  kita bisa melihat the Golden Gate Bridge dan kota San Fransisco. Burung-burung pelican juga sering kelihatan bertengger di tebing-tebing sekeliling bangunan. Keren sekali!  Tapi apakah kita harus rela masuk sebagai tahanan dulu di sana, agar bisa melihat penjara yang punya julukan The Rock ini?
            Tahanan yang berwajah sangar dan berdarah dingin, teriakan-teriakan mengerikan dari tawanan yang marah, sakit atau tersiksa, tidak lagi bisa kita temui di sana. Semua aman, bersih dan nyaman buat dikunjungi. Ya. Sejak 1963, wilayah ini dijadikan tempat wisata. Kini bahkan sudah dikelola langsung oleh the Golden Gate National Recreation Area. Pantas, karena popularitasnya, sedikitnya sejuta pengunjung datang tiap tahun buat melihat-lihat bangunan legendaris ini.
Siapa pun  bila mendengar nama rumah tahanan, pasti identik dengan sel besi, keamanan berlapis dan penjaga-penjaga bertampang gahar. Apalagi Alcatraz yang terkenal sebagai rumah tahanan buat napi kelas berat. Rata-rata mereka yang masuk sel memperoleh vonis belasan tahun, bahkan seumur hidup karena kasus pembunuhan dan perampokan. Keamanan di sini, super ketat. Selain petugas keamanan sangat terlatih, sekeliling bangunan juga diberi pengaman ekstra. Andai mereka bisa keluar dari bangunan ini, mereka juga tidak bisa kemana-mana, karena  Alcatraz letaknya di sebuah pulau, jadi sekelilingnya laut lepas. 
 Seram? Pasti. Banyak saksi mata yang pernah ke pulau ini percaya, ada kuasa kegelapan atau roh jahat di sana. Mereka merupakan arwah penasaran dari napi yang kecelakaan, terbunuh atau malah bunuh diri, karena depresi.

NAPI LENYAP
 Cukup membuat jantungan, juga. Ketika banyak kejadian tidak masuk akal dialami pengunjung, petugas jaga, tawanan dan petugas national park service. Suara teriakan orang yang marah bercampur kesakitan, derak sepatu yang beradu dengan lantai, atau gemerincing jeruji besi yang seolah dipukul dengan benda keras lainnya.
Seperti gedung LP umumnya, Alcatraz pun memiliki menara penjaga yang dibangun tahun 1854, namun hancur tahun 1906 ketika gempa besar terjadi. Lewat menara ini kita bisa melihat seluruh bagian luar bangunan yang ada di pulau itu dengan lampu anti badainya yang berwarna kehijauan. Awalnya lampu menara ini digunakan untuk mengawasi napi-napi. 
Banyak petugas keamanan dan pengawas hutan melaporkan, ketika mereka touring ke dasar bangunan, mereka sering merasakan seolah-olah ada “orang” yang mengikuti mereka. Lantas, tidak kalah menakutkannya, suara pintu sel yang membuka atau menutup sendiri dengan suara gaduh. Para penjaga yang bertugas dari tahun 1946 sampai 1963 sering menerima laporan adanya aroma dan suara aneh yang membuat bulu kuduk berdiri. Kejadian itu coba dikaitkan dengan adanya sekelompok penghuni sel yang melakukan kejahatan dengan menggunakan topeng. Tragisnya, mereka menghilang tak berbekas. Tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan kejadian mengerikan ini.
Blok C juga menjadi saksi, meninggalnya Bernard Coy, Joseph Cretzer dan Marvin Hubbard yang tertembak ketika berusaha melarikan diri tahun 1946. Sedikitnya dua petugas tewas dalam baku tembak dan 18 lainnya, luka-luka. Suara-suara langkah orang yang berlari, teriak kesakitan dan sel dipukul yang masih sering terdengar, kabarnya merupakan ulah arwah mereka yang penasarasan. Karena seramnya blok ini,  sampai-sampai dijuluki blok paling berhantu dan paling menakutkan di Alcatraz.

BLOK ISOLASI
Bila kita melewati Blok C, pasti bisa melihat ruang laundry. Wow, jangan coba malam-malam masuk ke ruangan ini. Ada pembunuh berarah dingin yang dijuluki Butcher mati di sini. Arwahnya masih gentayangan, karena beberapa pengunjung sering melihat ruangan ini tiba-tiba berasap, seolah terjadi kebakaran. Tapi hanya dalam hitungan menit, asap itu menghilang dan tidak ada apa-apa di sana.
Masuk ke sel berikutnya di Blok D yang terdiri dari 42 sel. Blok ini merupakan tempat yang dulu digunakan buat tahanan khusus yang tidak boleh berkomunikasi atau berhubungan dengan sesama tahanan lainnya. Mereka juga tidak boleh makan di ruang makan tempat napi lain bersama-sama makan dan hanya boleh mandi dua kali seminggu. Mmm…bisa dibayangkan, betapa menderitanya tahanan di sini dahulu.
Tersiksa. Ya, pasti. Apalagi bila melihat lima sel yang ada di Blok D, yaitu sel 9 sampai 14 yang dijuluki The Hole. Ruang tahanan ini hanya berisi dipan dan kloset, sangat dingin, lembab, tidak ada jendela, hanya penerangan sangat tidak memadai yang sewaktu-waktu pun dimatikan oleh petugas jaga. Kegelapan yang menggigit membuat suasana seakan berada di lubang dasar bumi, maka orang-orang menyebut tempat ini The Hole. Hukuman bagi mereka yang suka melanggar aturan penjara ya masuk ke sel isolasi ini. Bila mereka mampu bertahan hidup, sekitar 19 hari kemudian baru dikembalikan ke sel semula.
Petugas jaga yang ada di Alcatraz sekitar tahun 1940-an melaporkan, mereka sering melihat seorang laki-laki dengan gaya tahun 1800-an berjalan mondar-mandir di The Hole. Dia dipercaya, salah satu napi yang dulu tewas mengenaskan di sel ini. Ketika kabar ini menjadi bahan perbincangan, salah seorang napi yang mendengar, menganggap hal ini bahan candaan saja. Apa yang terjadi? Suatu malam, petugas mendengar teriakan dari salah satu selnya. Ketika didekati, ternyata napi itu sudah tewas dengan ekspresi mukanya seperti melihat sesuatu yang sangat menakutkan. Tak ada sidik jari atau tanda-tanda siapa pembunuhnya.
Beberapa paranormal, peneliti, petugas keamanan yang penasaran dengan misteri yang ada di Alcatraz memutuskan melakukan penelitian di sana, untuk menangkis kabar menakutkan itu. Sayangnya, mereka tidak memperoleh hasil apa-apa. Kejadian-kejadian menakutkan ini mayoritas sering dijumpai oleh mereka yang sedang sendirian. Bila ingin bukti, kita bisa jalan-jalan ke Alcatraz karena bangunan tua ini dibuka untuk umum. Berani?(steph)