Jumat, 12 November 2010

JALANGKUNG VS QUIJA


BERMAIN DENGAN ROH PENASARAN
HATI-HATI BILA TIDAK PUNYA “PENGAMAN”

            Percaya atau tidak, masyarakat masih sering bermain-main dengan menggunakan roh penasaran. Medianya bermacam-macam. Masyarakat dunia pun ternyata juga mengenal permainan dengan memanfaatkan kehadiran roh dari dunia lain. Ingin tahu lengkapnya? Ikuti petualangan Shanon dan Eka, dua remaja berlainan budaya ini…

Jalangkung
             Dingin. Angin seperti tiba-tiba berhenti. Suasana terasa lenggang, sunyi yang begitu menggigit dan membekukan. Seakan tak ada lagi tanda-tanda kehidupan di sini. Shanon menatapku dalam-dalam. Kelihatan jelas, gurat ketakutan itu. Telunjuk tangannya bersama telunjuk tanganku, menekan sebuah koin yang diletakkan di atas sehelai kertas dengan tulisan abjad A sampai Z di sekelilingnya.
            “Kamu yakin, mau mencoba memanggilnya? Jangan terlalu ditekan koinnya…” kataku, setengah berbisik. Shanon hanya mengangguk. Wajah cewek blasteran Jerman Sunda itu, kelihatan pucat. Entah karena dia mulai merasa takut atau khawatir eksperimennya kali ini gagal…
            “Tapi aman kan, Ka? Perasaanku nggak …”
            Omongan Shanon belum selesai, ketika tiba-tiba kami rasakan koin di ujung telunjuk kami seperti ada yang menggerakkan. Berat. Uang 500-an yang kami gunakan itu pun  berputar-putar di atas kertas, tanpa bisa kami kendalikan. Lantas berhenti tiba-tiba di tengah…
            “Dia sudah datang???”
            Aku mengangguk, sambil memberi kode Shanon agar tetap tenang.
            “Siapa namamu?” tanyaku seolah-olah koin di depanku itu tamu yang sudah lama kami tunggu.
            Koin kembali bergerak. Berputar-putar sejenak, lantas berhenti di huruf D. Berputar sejenak…ke huruf A, berhenti kembali di huruf N…hingga akhirnya keseluruhannya membentuk kata Danar!
            “Danar, tolong beritahu kami, di mana kamu tinggal?” Kali ini, Shanon mencoba bertanya langsung…
            Koin berputar-putar. Kencang dan makin kencang…sampai akhirnya menunjuk beberapa huruf. Kesimpulannya: gudang belakang!
            Jantung kami seperti terhenti. Keringat mulai membajir di kening kami, telunjuk tangan yang semula menekan koin itu, seakan mati rasa. Gudang belakang rumah ini? Ampun…Kematian Danar wajar atau tidak wajar? Mengapa bisa ada di gudang?
Pertanyaan-pertanyaan itu tak bisa terjawab, karena kami buru-buru memutuskan mengakhiri permainan yang tadinya dianggap tidak masuk akal oleh Shanon, karena memang budaya kami berbeda. Dia sudah lama tinggal di Aussie, sementara aku yang dibesarkan di Pulau Jawa, tahu benar tradisi memanggil arwah ini. Untung, Danar mau “pulang”. Sejak saat itu, Shanon tak pernah main ke rumahku. Entah, karena trauma dengan jalangkung atau takut dengan penunggu di gudang belakang rumahku…
            Bila kita suka menonton film horor Indonesia, pasti pernah mendengar film Jelangkung dan Tusuk Jalangkung. Kedua film itu bukan mengada-ada, karena diangkat dari permainan masyarakat di daerah buat memanggil arwah. Media yang digunakan biasanya batok kelapa dan bambu, lantas dibentuk seperti orang-orangan. Penduduk desa sering menggunakan media orang-orangan sawah. Saat roh yang dipanggil datang, dia akan masuk ke orang-orangan tadi… Biasanya kata-kata mantranya:….jalangkung, jalangkung di sini ada pesta, datanglah…datang tidak dijemput, pulang tidak diantar.
            Ketika budaya ini dimainkan oleh anak-anak sekolah atau orang kantoran yang iseng, mereka menggunakan media bisa berupa koin dan selembar kertas dengan huruf abjad, seperti yang digunakan Shanon dan Eka, bisa juga koinnya digantikan dengan sebuah jangka. Intinya, roh itu kita ajak komunikasi. Sekedar bertanya, darimana asal dan bagaimana kematiannya, sampai ke ramalan.
Ya! Orang-orang yang memainkan jalangkung suka bertanya soal masa depan mereka, keberuntungan dalam bisnis, perjodohan…Masalahnya sekarang, namanya juga mengusik roh yang sudah di dunia lain, jika kita apes, mereka yang datang bisa berasal dari roh jahat dan tidak mau pulang ke alamnya. Bayangkan!

Quija Board
            Kalau boleh jujur, bermain-main dengan roh bukan kali pertama bagi Shanon. Hal itu baru kutahu, setelah aku diajak bermalam di rumah salah satu pamannya yang baru liburan ke negara asalnya, Aussie. Malam itu, film di televisi terasa membosankan. Shanon pun langsung mengambil sebuah kotak yang isinya papan bertuliskan huruf abjad dan sebuah alat penunjuk, berbentuk segitiga. Semua bahannya dari kayu…
            “Kamu punya cerita soal jalangkung, kami di Eropa pun ada…Quija Board atau papan Quija namanya…” jelas Shanon, sambil merapikan meja kecil di depan kami. Lantas meletakkan Quija Board di atas meja.
            Sedikit berbeda dengan Jalangkung, permainan yang sudah dibuat filmnya ini sempat mengundang kontroversi. Teori pertama mengatakan, roh halus dari luar yang dipanggil masuk, menggerakkan alat penunjuknya. Tapi teori lain menyebutkan, alat itu dapat bergerak karena memang mengandung kekuatan atau ada spirit di dalamnya.
              Pertanyaan apa pun bisa kita lontarkan. Kadang, Quija juga memiliki pesan buat orang yang memainkannya. Bila Quija Board sudah tidak memiliki pesan lagi buat kita, dia akan diam dengan sendirinya saat kita tanya.
            Meski kelihatannya seru, jangan coba main-main dengannya. Konon, ada laki-laki yang suka berjudi, meminta jawaban kuda mana yang akan menang dalam lomba pacuan kuda. Hasilnya, dia berhasil meraup uang ribuan dollar. Sementara seorang bocah berusia 12 tahun, ketika bermain dengan Quija menanyakan kapan dia meninggal. Tahu jawabannya? Saat bocah itu berusia 13 tahun…artinya waktunya tinggal setahun lagi.
            Hidup bocah malang itu pun seperti tidak berhenti dari teror. Ketakutannya membuat dia depresi, sering mengurung diri, menangis dan emosinya sulit dikendalikan, bahkan oleh kedua orangtuanya sekalipun. Hingga ulang tahunnya ke 13 bocah itu, seperti orang yang dikejar-kejar kematian…Memang benar, dia tidak meninggal seperti yang dikatakan Quija. Tapi sisi lain, jiwanya sudah “sakit”, karena sejak mengetahui jawaban papan permainan itu, dia tidak lagi bisa hidup normal seperti bocah sebayanya. Hidupnya selalu dalam bayang-bayang ketakutan. 
            Kejadian mengerikan juga pernah dialami seorang abg yang bekerjasama dengan ibunya, membunuh sang ayah tahun 1933 di Kansas, Amerika. Pasalnya sang ibu mencintai laki-laki lain. Remaja ini mengakui, idenya membunuh didapat dari Quija yang menjanjikan dia akan mendapatkan uang asuransi 5000 dollar dan lepas dari jerat hukum. Nyatanya? Pengadilan menjebloskan sang ibu ke penjara selama 25 tahun dan abg itu pun masuk dalam sekolah rehabilitasi.  
            Hasil penelitian J.B Rhine, direktur parapsikologi dari Duke University, USA, menyimpulkan ada kekuatan gelap yang masuk, setiap kita memainkan Quija.  Sebaiknya, siapa pun yang ingin memainkan Quija harus mempelajari lebih dalam permainan ini. Ajak beberapa kawan yang berpengalaman serta bisa dipercaya, hati-hati dalam membuka dan mengakhiri permainan. Jangan lupa,  kita harus memiliki “pelindung” juga. Jika kita tidak siap, iman kita tidak kuat, atau sebelum main kita sudah ketakutan, akibatnya fatal. Bila ingin bermain, pertanyaan-pertanyaan yang kita lontarkan yang umum saja. Jangan memancing bahaya dengan menanyakan, kapan kita meninggal atau siapa kompetiter kita yang bisa mengancam posisi kita.
             Bila ingin memperoleh permainan ini bisa mencari di toko yang menjual alat-alat supranatural. Bahannya yang bagus biasa dari kayu, ukuran A3. Namun ada juga yang berasal dari karton atau kertas.
            Asal mula Quija sendiri dari China, sekitar tahun 1100 sebelum Masehi, ketika Dinasti Song berkuasa. Saat itu lebih dikenal sebagai Fuji, media perantara buat manusia bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang sudah meninggal. Sempat dilarang saat Dinasti Wing bertahta, metode Fuji akhirnya dikembangkan sampai ke Roma dan beberapa negara di belahan Eropa dengan nama Quija atau Ouija. 
            Elijah Bond dan Charles Kennard, dua pengusaha itu memiliki ide menjual papan Quija cetakan. Hasil karya mereka dipatenkan, 28 Mei 1890.  Awal abad 20-an, penggunaan Quija semakin populer, hingga saat ini.  (steph)
 

HALLOWEEN NIGHT


TRADISI MENGUSIR ROH JAHAT?
            Kostum menakutkan, lampion dengan wajah menyeringai, serta pernik-pernik yang dominan dengan warna orange dan hitam, menjadi salah satu simbol, perayaan Halloween di berbagai negara. Konon, pembatas roh dengan manusia, terbuka. Kini tradisi yang sudah diadopsi menjadi acara seru-seruan di berbagai tempat, termasuk sebagian masyarakat Indonesia ini, tidak begitu menakutkan lagi. Benarkah dulu, roh-roh itu gentayangan mengganggu?
            Tradisi Halloween atau All Hallows Eve, asalnya dari orang-orang Irlandia yang berimigrasi ke Amerika Serikat. Anak-anak biasa mengenakan kostum seram, seperti drakula atau Jason, lantas berkeliling ke sekitar kompleks rumah mereka buat meminta permen. Mmm…pantas saja, kita sering melihat dalam film,  beberapa bocah dengan membawa keranjang tempat kue, berkeliling sambil meneriakkan, “Trick or treat!” ke setiap pemilik rumah yang mereka gedor pintunya. Lantas, sang tuan rumah dengan sukarela, musti memberikan kue kering atau permen dengan bungkus warna warni, seperti oranye, hitam dan coklat. Kabarnya, bila ingin selamat dari tulah tuh…
            Kepercayaan berkeliling itu diadopsi dari kebiasaan masyarakat Eropa sekitar abad ke sembilan, ketika menyambut Soul Day.  Biasanya tiap tanggal 2 November, para pengemis yang berjalan dari desa ke desa meminta soul cake yang berupa potongan roti berisi currant atau anggur manis. Mereka menganggap roti ini sebagai bayaran agar para pengemis itu mendoakan arwah keluarga yang sudah meninggal. 
Kini, bukan hal aneh lagi, bila acara yang biasa dilakukan masyarakat negara adikuasa  tiap malam tanggal 31 Oktober itu,  sudah menjadi tradisi di berbagai belahan dunia, seperti Kanada, Amerika Latin, Britania Raya, Australia, Swedia,  Bahama, dan Jepang. Bahkan di Indonesia, meski tidak sedetail perayaan di negara-negara Eropa, banyak kafe, mall, hotel, dan sekolah internasional mengemas Halloween Night atau Halloween Party lengkap dengan pesta kostum, kembang api,  serta menyediakan pernik-perniknya, seperti Jack O’Latern atau buah labu berukir wajah yang menyeringai.
Menurut legenda dari Irlandia, ada petani licik, jahat dan kikir yang suka mengecoh iblis, serta sesamanya. Hingga ketika meninggal, Jack nama petani itu arwahnya gentayangan. Bukan hanya surga yang menolaknya, neraka pun bahkan tidak menyediakan tempat buat laki-laki ini. Melihat Jack yang kebingungan berjalan dalam kegelapan karena tidak tahu kemana arah tujuannya, iblis memberikan sebatang lilin yang ditempatkan dalam buah sejenis lobak, buat penunjuk jalannya. 
Buah lobak ini ternyata tidak banyak ditemukan di negara-negara selain Irlandia. Masyarakat pun menggantinya dengan buah labu yang berwarna orange. Nggak heran, tradisi halloween awalnya identik dengan warna hitam dan orange, meski kini mulai beragam warna, seperti ungu, hijau dan merah.  Beberapa karakter setan dan iblis dari budaya barat, seperti penyihir, kelelawar, burung bangkai, kucing hitam, zombie, mummy, tengkorak dan laba-laba, kini juga diadopsi menjadi pernik-pernik yang meramaikan Halloween Night. Selain dua tokoh film horor klasik, seperti Drakula dan Frakenstein yang selalu ada…

KERASUKAN ROH
Halloween sebenarnya juga berasal dari festival Samhain atau perayaan akhir musim panen dalam kebudayaan orang Gael atau tahun baru Kelt. Mereka percaya, tanggal 31 Oktober, pembatas antara dunia manusia dengan roh atau arwah manusia, terbuka. Kondisi ini membahayakan hidup manusia karena roh penasaran ini membawa penyakit dan bisa merusak hasil panen. Makanya, ketika merayakan festival, orang Gael biasa menyalakan api unggun, lantas membakar tulang hewan yang mereka sembelih. Mereka juga mengenakan kostum dan topeng menyeramkan. Konon tujuannya agar roh jahat yang ingin mengganggu, takut. Mereka juga ingin mengusir kekuatan dari dunia “lain” dengan meletakkan pernik-pernik seram di setiap sudut rumah.
Nggak jauh beda dengan kepercayaan Bangsa Celtic yang menganggap tiap malam Halloween, roh peri, tukang sihir, makhluk halus, bergentayangan. Mereka ingin memasuki tubuh manusia. Mereka percaya, bila ingin selamat harus mematikan api yang menyala dalam rumah, agar tubuh mereka dingin, sehingga roh jahat tidak mau masuk. Agar roh menjauh, mereka juga berkeliling desa dengan kostum seram, lantas membunyikan alat-alat musik seadanya, agar suara berisik itu menakut-nakuti roh gentayangan. Tragisnya, bila ada manusia yang kerasukan, mereka akan membakarnya hidup-hidup. Tujuannya memberi pelajaran bagi roh lain agar tidak masuk dalam tubuh manusia. 
Sebuah kota di negara bagian Minnesota,  Anoka mengklaim dirinya sebagai ibukota Halloween. Mereka selalu merayakanya dengan menghias seluruh kota dan pawai besar-besaran. Wisatawan juga banyak mengunjungi kota Salem di Massachusetts setiap menjelang perayaan Halloween karena terkenal dengan legenda sihirnya… Kini Halloween dianggap sebagai sekedar seru-seruan atau perayaan yang menyenangkan. Beberapa pusat perbelanjaan, hotel dan kafe pun mengemasnya dengan pernik-pernik yang tidak menyeramkan. (steph)

Tradisi tiap halloween, boleh percaya atau tidak….
·         Kucing Hitam: bagi siapa saja yang melihat kucing ini datang ke rumahnya akan bernasib sial.
·         Lahir di malam Halloween: orang ini akan mempunyai kemampuan melihat makhluk halus.
·         Burung gagak hitam dan kelelawar di atap atau dekat rumah:  tanda akan ada kabar kematian.
·         Burung hantu: tanda kita harus lebih berhati-hati, bila tidak ingin celaka.
·         Lampion labu khas Halloween: buat keberuntungan, sekaligus pengusir roh jahat yang ingin mengganggu.
·         Mengumpat, berkata kotor atau jahat: bisa kejadian dan berbalik mengenai kita atau senjata makan tuan.
·         Lampu-lampu di beberapa ruangan, dinyalakan: kabarnya makhluk halus supaya tidak betah berdiam diri di rumah kita.

CELEBRITIES ON VACATION


            Ngebayangin nggak, saat kita berlibur ternyata ketemuan dengan seleb seperti Zac Evron atau Rihanna? Kira-kira mereka bila liburan, kemana ya…

Hawaii
            It’s amazing! Negara bagian Amerika Serikat yang merupakan kepulauan ini memiliki pulau-pulau dengan pantai berpasir putih kebiruan, national park dan berbagai tempat belanja yang bikin lapar mata. Maui Island, Kauai, Oahu, Molokai, Lanai dan Hawaii’s Big Island, memiliki keunikan masing-masing. Pantas saja,  beberapa seleb seperti:  Leonardo DiCaprio, Zac Evron dan Vanessa Hudgens suka menghabiskan liburannya di sini.
             Haleakala National Park yang ada di sebelah timur Maui misalnya, memiliki julukan House of the Sun in Hawaiin. Sunrise dari tempat ini indah banget, selain hutan tropis dan air terjunnya.  Kauai surga buat para pendaki gunung. Mereka bisa mencoba mendaki Waimea Canyon yang terkenal sebagai the Grand Canyon of Pasific.   Pearl Harbor yang merupakan National Historic Landmark di Kauai, juga sayang dilewatkan. Ada empat museum di sana, seperti: The USS Arizona Memorial, the Battleship Misshouri Memorial, The USS Bowfin Submarine Museum dan the pasific Aviation Museum. Sementara di Molokai, kita bisa melihat Kalaupapa National Historical Park. Beda dengan Lanai yang memiliki hutan pinus. Belum puas? Cobain juga jalan ke Hawaii’s Big Island yang memiliki Waipio Valley dengan air terjun dan hutan lindung  
            Bila suka shopping, kita musti ke Oahu Island yang  memiliki pegunungan Koolau Mountains. Waikiki Beach Walk, Mana Hawaii dan Aloha Army, bisa membuat kita kalap ngeborong segala pernak pernik yang hanya bisa kita temuin di Hawaii. Ngobrol sambil nonton live music dan nyicipin menu khas kepulauan ini juga bisa kita lakuin di Visit Duke’s Canoe Club atau RumFire yang ada di Sheraton Waikiki. Suka seni? Jalan saja ke the Honolulu Academy of Arts, berbagai benda seni bisa dilihat di sana.

Maldives
            Negara berbentuk republik yang berupa kepulauan  ini ada di laut India, tepatnya 700 km sebelah Timur Laut Srilanka dengan 1.190 pulau yang luas keseluruhannya lebih dari 90.000 km/2. Hampir 99  persen Maldives terdiri dari lautan, sehingga wisatawan bisa surfing, diving dan menyelam, buat menikmati indahnya batu-batuan coral  dan bermain-main dengan berbagai jenis ikan karena airnya begitu jernih.  Lebih dari seribu spesies ikan dan berbagai jenis binatang laut, ada di perairan ini.  
            Seleb yang suka berlibur ke tempat ini seperti Avril Lavigne, biasa menghabiskan waktunya dengan berenang dan berjemur di pantai berpasir putih yang pernah dihantam ombak Tsunami tahun 2004 itu. Beberapa penginapan berstandar bintang juga mempunyai persewaan berbagai macam perlengkapan buat diving dan snorkling, selain kapal boat dan banana boat.

Spanyol
            Negara berbentuk kerajaan yang ada di Semenanjung Iberia ini ada di sebelah Barat Portugal, selatan dari gibraltar dan Maroko, serta timur lautnya Perancis dan Andorra. Wilayahnya terdiri dari dataran tinggi dan dua pegunungan, yaitu Pirenia dan Sierra Nevada. Buat pencinta seni, pasti tidak melewatkan kesempatan jalan ke Barcelona yang memiliki Sagrada Familia by Antonio Gaudi, sebuah gedung mirip candi yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat, serta Museu Picasso tempat menyimpan banyak karya Picasso. Penggemar bola juga bisa melihat Barcelona FC Museum yang berisi berbagai pernak-pernik serta cerita tentang tim sepakbola mereka.
            Selain Barcelona, kita bisa ke Balkon Eropa yang dibangun tahun 1487 di atas tebing laut. Lokasinya ada di Costa del Sol, kota Nerja. Pemandangan laut dari atas tebing, sangat indah.  Nggak kalah serunya dengan menara Torre de Ses Animos yang berasal dari abad 16, lokasinya ada di pulau Mallorca yang masuk wilayah kedaulatan Spanyol.

Paris - Perancis
            Ibukota Perancis ini selain memiliki Menara Eiffel terkenal sebagai surganya belanja barang bermerk. Coba saja ke Avenue des Champs Elysees. Taman dari abad 17 yang diubah menjadi jalan perbelanjaan terbesar di Paris itu menghubungkan Concorde dan Arc de Triomphe. Barang-barang bermerk seperti Louis Vuitton, Chanel, Dior, dan Givenchy, mudah ditemukan di Avenue Montaigne dekat Camps Elysees.
            Masih di sekitar Camps Elysees, kita bisa menikmati pelayanan hotel mewah sekelas Hotel Ritz dan Place Vendome, serta  berbelanja berlian dan ngerawat diri di salon-salon milik perancang busana terkenal. Pantas seleb macam Lindsay Lohan, Olsen’s & Olsen, Ashton Kutcher dan Demi Moore suka berbelanja ke sini… 
            Penyuka karya seni, bisa ke Centre Pompidou di Musee National d’Art Moderne. Berbagai koleksi seni dari Matisse, Miro, Picasso dan Kandinsky, bisa dilihat di sini. Uniknya, bukan hanya lukisan yang dipamerkan, tetapi juga ada karya fotografi, seni patung, arsitektur, barang dekoratif dan bersejarah. Bila ngerasa kurang, bisa melihat Tuileries Museum yang menyimpan karya Renoir, Picasso, Matisse, Modigliani, Cezanne dan Monet.

Madison, Winsconsin - USA
            Lokasi kota yang ada di Winsconsin USA ini memiliki beberapa museum terkenal, seperti Elvehjem Museum, the Wisconsin Historical Museum, the Madison Children’s Museum dan the Madion Museum of Contemporary Art. Beberapa eksebisi berskala internasional juga selalu diselenggarakan tiap tahunnya, seperti Art Fair on the Square dan Art Fair off The Square. Puas-puasin deh, melihat karya-karya seni yang tidak ternilai harganya.
            Penyuka musik dan opera juga bisa nonton the Madison Opera, the Madison Symphony Orchestra dan the Madison Ballet di Overture Center for the Arts. Beberapa tempat wisata seperti Henry Vilas Zoo, Olbrich Botanical Gardens dan Tenney Park juga bisa dikunjungi. Buat memuaskan kebutuhan belanja, bisa mencari beberapa barang di East Towne Mall dan West Towne Mall. Sementara nonton bola bisa ke Camp Randall Stadium.
            Beberapa film, seperti Last Kiss, Public Enemies dan Side Effects mengambil lokasi di Madison. Selain settingnya seru buat diangkat ke layar lebar, kota ini juga tempat beberapa seleb  menghabiskan waktunya bersama keluarga mereka di sini. Pasangan Gavin Roosdallee dengan Gwen Stefani misalnya. Johnny Depp setelah syuting Public Enemies, juga masih sering bolak main.

Milan - Italia
            Ibukota wilayah Lombardia yang ada di sebelah utara Italia ini terkenal dengan perusahaan adibusana dan toko brandednya, karena sering disebut-sebut sebagai salah satu ibukota adibusana dunia, selain New York dan Paris. Bayangkan, perusahaan macam Giorgio Armani, Dolce & Gabbana, Prada, Giani Versace, ada di sini. Galleria Vittorio Emanuele di Piazza Duomo merupakan salah satu pusat belanja tertua dunia.
            Ingat bola, pasti ingat kesebelasan AC Milan…Olahraga sangat diperhatikan di kota ini. Beberapa sarana berstandar internasional, seperti Autodromo di Monza buat balap mobil. San Siro, Velodromo Vigorelly dan Brianteo, buat pencinta bola. Sedangkan Ippodromo del Trotter dan Ippodromo del Galoppo, buat kamu yang suka nonton pacuan kuda.

Barbados
            Negara kepulauan yang ibukotanya di Bridgetown ini letaknya di perbatasan Laut Karibia dan Samudra Atlantik, tepatnya 2.585 km sebelah tenggara Miami, Amerika Serikat dan 860 km dari Caracas Venezuela.  Little England salah satu julukannya, karena Barbados masih ada dalam pengaruh Inggris. Awalnya masyarakat di negara ini hidupnya mengandalkan perkebunan tebu, namun kini pariwisata lebih menonjol.
            Pantai sebelah barat yang menghadap Atlantik, ombaknya tinggi hingga cocok buat surfer dari seluruh dunia, berselancar di sini. Pantai bagian selatan dan timur lebih cocok digunakan para wisatawan buat berjemur di atas pasir putih dan bermain di tebing yang menjorok ke laut. Kabarnya, pantai di Barbados masuk sepuluh besar the best beaches in the worlds . Kegiatan seperti snorkeling, voley pantai, kayak (sejenis sampan), trampolin, naik kapal boat dan diving, bisa dilakukan di pantai ini.
            Bagi penyuka belanja, musti jalan ke Broad Street yang ada di Bridgetown. Sejumlah departemen store besar, termasuk toko perhiasan ada di wilayah ini. Selain Pelican village yang menyediakan berbagai kerajinan tangan khas Barbados, lukisan, sampai cake. Seleb macam Rihanna, Sienna Miller dan Ashley Simpson sering terlihat berjalan-jalan di sepanjang pantai Barbados.

Miami Beach
            Sesuai namanya, pantai…Miami Beach identik dengan wisata pantai, padahal di pantai sebelah selatan Florida ini juga memiliki taman dan hutan lindung. Jika kita berakrab ria dengan monyet,  bisa saja ke hutan lindung yang ada di wilayah ini. Or mau berenang dengan lumba-lumba? Bisa tuh ke Seaquarium…
            Kurang puas? Coba saja berkunjung ke Everglades National Park yang memiliki tempat pengembangbiakan buaya. Lebih dari 3000 jenis buaya ada di sini. Mereka berasal dari Amerika, Orinoco dan Nile. Turis yang datang bisa melihat bagaimana buaya-buaya itu diberi makan oleh penjaga taman ini. Selain buaya, juga ada berbagai jenis ular…Miami MetriZoo, juga salah satu kebun binatang yang memiliki luas 300 are dengan satwanya seperti elang, komodo, gajah sampai unta. Totalnya sekitar 2000-an binatang ada di sini.
            Coral castle atau Rock Gate, lokasinya ada di antara Miami dan Florida. Konon arsitektur yang sangat detil dan indah dibuat oleh Edward Leedskalnin selama 30 tahun. It’s to perfect, kata orang-orang yang sudah melihat keindahannya. Mereka malah beranggapan, laki-laki itu menggunakan paranormal buat membangun castle itu.

Caribbean
            Kepulauan Caribbean ada di Caribbean Sea, tepatnya sebelah barat Mexico, utara Amerika, serta sebelah utara Amerika bagian selatan.  Wilayahnya masuk dalam Conservation International’s biodiversity hotspots, karena mereka sangat memperhatikan keseimbangan ekosistem dengan mengembangkan berbagai jenis satwa dan tanaman langka.
            Berlibur dengan ngerasain indahnya pantai Caribbean, kurang lengkap bila tidak berbelanja. Minimal kita bisa cuci mata ke Aruba, tempat belanja barang-barang produk Eropa dan Cina, seperti: perhiasan, parfum serta jam tangan. Kualitasnya bagus, tapi harga miring…atau coba bandingkan dengan barang-barang di Jamaica atau St. Croix. Beberapa selebritis yang datang memang lebih banyak memanfaatkan waktunya buat ke pantai daripada belanja, seperti Sheryl Crow, Tobey Maguire dan Nicole Richie.  

London
Ibukota Inggris dan Britania Raya termasuk kota besar dunia, sejajar dengan New York, paris dan Tokyo. Berbagai kastil, museum, teater, galeri sampai istana, ada. Tuan rumah olimpiade 2012 ini, memiliki beberapa obyek wisata seperti: Buckingham Palace atau kediaman resmi Ratu Inggris yang sampai saat ini masih digunakan buat berbagai acara resmi, kunjungan wisatawan dan acara kenegaraan 
London Eye yang letaknya ujung barat Taman Jubilee, Sungai Thames London, berbentuk kincir merupakan roda observasi terbesar di dunia dengan tinggi 135 meter. Selain kincir angin raksasa itu, ada jembatan menara atau Tower Bridge yang dibangun tahun 1894, terbentang di atas Sungai Thames. Lokasinya yang dekat dengan London Tower membuat salah satu ikon London ini diberi nama Tower Bridge. Turis bisa melihat keindahan kota London dari atas jembatan yang terbagi dua tingkat itu…Mmm, ketinggiannya sekitar 42 meter di atas sungai lho.  Madame Tussaud’s juga sangat populer. Museum patung lilin ini menyimpan patung lilin seleb dan tokoh dunia. Hebatnya, semua mirip!
Sayang, bila jauh-jauh ke London tidak shopping ke Camden Town. Barang-barang seperti baju, benda-benda etnik, barang antik, semua bisa diperoleh dengan harga murah. Bahkan bisa ditawar lho… Beda dengan Covent Garden yang biasa jadi langganan turis Eropa. Banyak toko berderet dengan menjual barang mahal, hampir sama dengan Portobello Road Market yang ada di Notting Hill. Jika mau barang bagus dan murah, coba saja ke Carnaby Street, lokasinya di antara Oxford Circus dan PiccadillyCircus Underground Station. Merk-merk terkenal banyak, tapi harga relatif murah.(Dimuat B'Girl edisi Oktober 2010)

Kamis, 11 November 2010

MITOS TELAGA WARNA


MITOS DIBALIK DATARAN TINGGI DIENG
RITUAL POTONG RAMBUT SAMPAI CINCIN BERTUAH

            Kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah yang menarik wisatawan asing ini, ternyata tidak hanya memiliki peninggalan bersejarah dan alam indah saja. Banyak mitos yang hingga kini, masih dipercaya kebenarannya. Ikuti cerita Danar buat penulis berikut ini…

            Bbbr…Udara dingin bercampur aroma belera, menusuk penciumanku. Luar biasa, pemandangan di dataran tinggi yang ada di wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Wonosobo, tepatnya di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing ini. Kawah-kawah kepundan kulihat ada di dataran dengan ketinggian sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Kabarnya, daerah ini termasuk wilayah vulkanik aktif. Wow! Seperti berada di atas gunung api raksasa.
            Sesuai namanya, Dieng yang sekitar tahun 600 Masehi berada dalam wilayah Kerajaan Galuh, berasal dari bahasa Sunda Kuno, yaitu: pegunungan tempat dewa dan dewi bersemayam. Aktivitas vulkanik di bawah permukaannya, masih aktif. Pantas, beberapa kawah mengeluarkan gas serta material vulkanik lainnya. Danau-danau vulkanik yang ada di wilayah ini juga berisi air bercampur belerang, hingga membuat warnanya kuning kehijauan.
            Kurapatkan jaket yang kukenakan. Dingin makin terasa mengigit…Benar juga kata Edo, sahabatku yang pernah traveling ke tempat ini. Suhu di sini bisa mencapai 10 derajat celcius, apalagi saat malam mulai larut….Buat yang tidak terbiasa udara dingin, butuh jaket dan selimut super tebal! Mmm…sepertinya boleh juga bila aku mencoba berendam dalam air belerang. Ya, selain bisa melihat keunikan alamnya, kita bisa menghilangkan penat dengan berendam di tempat permandian yang airnya hangat, bercampur belerang. Buat yang suka pegal-pegal, rematik, serta memiliki penyakit kulit, bagus tuh mencoba mandi di sini.  
            Meski membekukan, langkahku tidak berhenti. Kulihat beberapa daerah yang diberi rambu-rambu pengaman. Bila melintasi daerah ini, memang kita butuh pemandu jalan. Kawah-kawah yang ada memang kelihatan indah, namun karena masih aktif, cukup berbahaya.
Tahun 1979 misalnya, Kawah Sinila pernah memakan banyak korban, karena mengeluarkan gas beracun. Penduduk yang berlarian keluar rumah, karena saat itu ada gempa bumi mati lemas, keracunan.
Kawah Sibanteng yang posisinya di Dieng Kulon terpaksa ditutup selama beberapa hari, ketika meletus bulan Januari 2009. Letusan lumpurnya terdengar sampai 2 km!  Sebelumnya, Sileri meletus beberapa kali, yaitu tahun 1944, 1964, 1984 dan tahun 2003.
Belum puas ketakjubanku menikmati panorama alam yang ada, kulihat beberapa candi ada di wilayah seluas 1,8 X 0,8 km2 di dataran tinggi itu. Mungkin ini yang disebut kompleks candi-candi Hindu beraliran Syiwa yang diduga dibangun abad ke delapan. Beberapa candi yang dipercaya sebagai tempat arwah para leluhur, masih terlihat kokoh dan indah, ada Candi Gatotkaca, Setyaki, Gangsiran Aswatama, Dwarawati, Arjuna, Semar, Srikandi, Bima, dan Candi Sembadra.
Kulihat beberapa arca juga masih ada, seperti: arca Dewa Siwa, Wisnu, Agastya, dan Ganesha.  Arsitektur di sini juga berbeda dengan candi-candi yang ada di Pulau Jawa. Paduan arsitektur India Utara dan India Selatan, terlihat dominan. Sedangkan tulisan di prasastinya, berupa huruf Jawa kuno.  
Bila ingat cerita tentang ditemukannya arca di Selat Bali, maka kompleks candi ini juga pernah terendam genangan air telaga. Van Kinsbergen, tahun 1956 memimpin pengeringan wilayah candi itu, lantas disempurnakan tahun 1864 oleh pemerintah Hindia Belanda.

MITOS RAMBUT
            Sambil menyenandungkan lagu-lagunya Bob Marley, kulihat beberapa bocah bermain, berkejar-kejaran hingga jatuh bergulingan, tidak jauh dari tempatku berdiri. Astaga! Rambut mereka gimbal, seperti tidak pernah disisir bertahun-tahun. Edo memang pernah bilang, beberapa anak di sini berambut gembel atau gimbal yang dalam bahasa Jawa artinya bergumpal. Bila mereka ingin rambut gimbalnya hilang, mereka harus potong rambut. Sebelumnya, masyarakat  mengadakan upacara ruwatan lengkap dengan benda-benda sesaji di tempat yang dinilai suci. Pemilihan hari dan tanggalnya disesuaikan dengan hari kelahiran bocah itu.
            Kelengkapan upacara, seperti: tumpeng, ayam, gunting, mangkok, beras, dua buah uang, payung, dan air, harus ada, termasuk permintaan sang anak yang akan dipotong rambutnya. Konon bila permintaan anak ini tidak dipenuhi, rambutnya kembali gembel, celakanya lagi dia bisa gila atau sakit-sakitan.  Permintaan anak ini bisa bermacam-macam, misalnya: baju, mainan, bahkan uang. Bila orangtuanya belum mampu memenuhi, lebih baik dia meminta bantuan orang lain, atau menunda upacara.
            Usai acara, potongan rambut harus dilarung di sungai yang mengalir sampai ke laut Selatan. Menurut kepercayaan setempat, tujuannya agar perjalanan hidup anak itu lancar, serta ada hubungan batin dengan penguasa Laut Kidul. Goa Semar atau Goa Sumur yang ada tidak jauh dari kompleks Telaga Warna, digunakan sebagai tempat upacara.

TELAGA WARNA DIENG
Luar biasa. Banyak pemandangan indah dan peninggalan bersejarah di tempat yang baru kukunjungi ini. Selain mitos tentang anak-anak berambut gimbal, daerah wisata yang banyak dikunjungi turis asing ini juga memiliki telaga yang populer dengan sebutan Telaga Warna. Kisahnya dulu ada cincin milik seorang bangsawan yang memiliki tuah, terjatuh ke dasar telaga, sehingga warna telaga terlihat suka berubah-ubah. Merah, putih, biru, kehijauan…
Secara ilmiah bisa dijelaskan bila air telaga yang banyak mengandung belerang akan membiaskan beragam warna, ketika tertimpa sinar matahari. Pantas saja, sekilas air di sini berubah-ubah warnanya, padahal aslinya agak hijau kekuningan.
Ssst…suara mendesis itu seperti terdengar  begitu dekat di telingaku. Ular? Aku menggeleng-gelengkan kepala. Tidak mungkin! Ya…menurut kepercayaan masyarakat setempat, daerah ini tidak ada ular. Namun bila kita tiba-tiba menemukan ular, waspada. Artinya tutur kata dan perilaku musti dijaga, bila tidak ingin celaka.
            Kepercayaan tentang ular itu juga didukung dengan adanya Telaga Pengilon yang tidak jauh lokasinya dengan Telaga Warna. Bentuknya kecil, airnya jernih sehingga seolah kita bisa berkaca. Pengilon dalam bahasa Jawa, artinya: cermin. Konon, bila kita bercermin di sini, kelihatan cantik atau tampan, berarti hati kita baik.
            Mmm, banyak cerita tersembunyi di balik keindahan yang ada di kawasan Dieng ini ternyata..tapi bila tidak salah, Dimas juga pernah mengajakku ke Talaga Warna, tapi lokasinya di Bogor. Mengapa namanya memiliki kesamaan arti?

TALAGA WARNA BOGOR
            Lokasi obyek wisata yang dikitari hutan rimbun ini, ada di kompleks Megamendung, perbatasan Bogor dan Cianjur, tepatnya di Desa Tugu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Air yang terlihat berkilauan bila tertimpa sinar matahari di telaga ini, sering berubah warna. Kabarnya, ada tujuh warna!
            Menurut kepercayaan masyarakat setempat, dulu Talaga Warna ini bekas wilayah Kerajaan Kutatanggeuhan yang pusatnya di lereng Gunung Lemo, Kompleks Gunung Megamendung. Prabu Suarnalaya dan permaisuri Purbamanah yang memimpin kerajaan, sudah lama tidak dikaruniai anak.
Karena tekadnya, Sang Prabu bertapa di Gunung Megamendung, buat memohon kepada Sang Pencipta agar dikaruniai anak. Beberapa kali bertapa, beliau akhirnya dikaruniai seorang putri yang diberi nama Nyi Ajeng Gilang Rinukmi atau Putri Ayu Kencana Ungu. Pesta tujuh hari tujuh malam sebagai wujud syukur pun digelar sangat meriah.
Sesuai namanya, Putri Ayu tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Raja dan permaisuri pun sangat menyayanginya. Ketika ulang tahun ke 17, istana mengadakan pesta besar-besaran. Raja pun menghadiahkan sebuah kalung bertahtakan batu-batuan permata sangat mahal. Namun apa yang terjadi? Sang Putri melemparkan kalung itu ke wajah permaisuri, hingga hancur berantakan. Permaisuri yang sangat sedih, menangis hingga air matanya membanjir, akhirnya seluruh wilayah itu terendam air…
Masyarakat masih ada yang mempercayai kesakralan telaga ini, dengan berdoa buat meminta berkah di tempat ini. Airnya pun bisa digunakan buat pengobatan berbagai macam penyakit, bagi yang percaya. Selain itu ada dua jenis ikan yang dipercaya ada di dalam telaga, namanya si Tihul buat ikan yang berwarna hitam, sedangkan ikan yang berwarna kuning si Layung. Bila kita bisa melihat dua ikan ini, konon semua harapan kita akan terkabul. (steph)

SAKSI BISU KORBAN PENJAJAHAN


BENTENG-BENTENG TUA
            Manusia memang punya banyak akal, kreatif dalam keadaan terdesak sekalipun. Salah satu bukti karya manusia, benteng pertahanan. Semula “arsitek”nya membangun benteng-benteng ini di Indonesia, untuk bertahan dari serangan musuh. Namun kini sisa-sisa bangunan yang masih berdiri dijadikan tempat wisata bersejarah, bahkan ada yang masuk rekor dunia.           

Benteng Victoria-Ambon
Sentral Perdagangan
            Sungguh menyedihkan, bila mengingat cerita dibalik berdirinya benteng yang dibangun oleh Portugis tahun 1775, tapi tidak lama kemudian diambil alih oleh Belanda. Lokasinya sangat strategis. Penjajah waktu itu bisa mengumpulkan rempah-rempah dari rakyat  Maluku, lalu mendistribusikan ke beberapa negara Eropa melalui jalur laut. Ya, jelas saja menguntungkan…Benteng ini ada di depan pelabuhan.
Samping bangunan yang juga digunakan buat benteng pertahanan melawan serangan masyarakat Maluku, ada pasar tempat pedagang pribumi menjual hasil panennya. Ketika pertempuran sengit masih berlangsung, pahlawan Pattimura tertangkap dan akhirnya digantung di depan benteng ini, tepat 6 Desember 1817.
Benteng yang kini dibuka buat wisatawan ini, masih menyimpan beberapa meriam berukuran raksasa, patung-patung dari kayu pilihan, lukisan koleksi petinggi Belanda waktu tinggal di Maluku dan peta perkembangan Ambon dari abad 9 hingga abad 17. Serunya lagi, bila kita berdiri di sisi depan benteng yang memiliki julukan Boulevard Victoria itu, kita bisa melihat Pantai Honipopu. Teluk Ambon yang sangat indah ketika matahari tenggelam pun bisa terlihat dari tempat ini.   

Benteng Pendem-Cilacap
Tertimbun Pasir
            Sesuai namanya, pendem atau terpendam, benteng peninggalan Hindia Belanda yang dibangun bertahap dari tahun 1861 sampai 1879  ini pernah terpendam tanah pesisir pantai Teluk Penyu, Cilacap Jawa Tengah.  Bangunan yang ada di area seluas 6,5 hektar, tepatnya 0,5 km arah Selatan Teluk Penyu  itu awalnya digunakan sebagai markas pertahanan tentara Hindia Belanda dari serangan yang datang dari arah laut.
Tim arsitek dari Belanda yang mendesainnya memang berhati-hati, sampai menghabiskan waktu 18 tahun buat menyelesaikan pembangunannya! Pondasinya sangat kokoh. Benteng juga dikelilingi pagar dan parit sedalam 1-3 meter. Sayang, Jepang berhasil merebut benteng ini tahun 1941. Ketika Nagasaki dan Hiroshima dibom sekutu, Jepang meninggalkan Indonesia. Benteng diambil alih TNI dan mereka menggunakannya sebagai tempat latihan perang bagi pejuang kemerdekaan.
Saat perang berakhir, kondisi benteng yang ditinggalkan sempat memprihatinkan. Hingga nyaris “menghilang” karena terpendam pasir pantai. Namun tahun 1986, pemerintah daerah menggalinya kembali. Hebatnya, beberapa ruang yang ada, masih utuh dan bagus kondisinya. Benteng Pendem memang kelihatan sederhana, namun isinya lengkap, seperti:  60 kamar barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, gudang mesiu, ruang penjara, dapur dan klinik. Konon, ada terowongan dalam bangunan ini yang bisa tembus ke benteng lain dan bahkan sampai ke Pulau Nusakambangan. Wow!  

Benteng Vastenberg-Solo
Pusat Garnisun
            Lokasinya ada di kawasan Gladak, Surakarta. Kabarnya Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff tang memerintahkan pembangunan benteng Vastenberg tahun 1745. Awalnya bangunan itu digunakan buat pusat garnisun dan kantor pemerintah Belanda yang ingin mengawasi penguasa Surakarta.
Bentuk bangunannya, berupa bujur sangkar yang sekelilingnya ada parit buat perlindungan dengan jembatan di pintu depan dan belakang. Benteng ini terdiri dari beberapa barak, lantas di halaman tengah ada ruang terbuka buat persiapan pasukan atau apel bendera. Berseberangan dengan gedung ini ada kediaman gubernur Belanda, tapi kini menjadi kantor Balaikota Surakarta.

Benteng Du Bus-Papua
Benteng Pertahanan
            Pasukan Hindia Belanda memang tidak menyisakan sedikit pun kesempatan untuk meraih keuntungan di negeri jajahannya, seperti Indonesia.  Mereka pun membangun benteng pertahanan di Papua, 24 Agustus 1828 yang namanya diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies. Mereka menganggap Papua sebagai wilayah jajahannya, namun mereka baru berhasil menguasai tanah di Papua sepenuhnya akhir abad 19.
            Fort Du Bus, sebutan lain benteng ini menjadi saksi bagaimana hubungan Belanda dan penduduk pribumi kala itu. Banyak surat perjanjian ditandatangani oleh di sana, seperti pengangkatan Raja Namatote, Raja Lokajihia (Kasa), Lutu (orang kaya di Loba, Mewaea dan Sendawan) sebagai kepala daerah.  

Benteng Malborough-Bengkulu
Warisan Inggris
            Pemerintahan Hindia Belanda memang banyak meninggalkan benteng di Indonesia, namun Inggris juga pernah membangun benteng di Bengkulu tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet. Tujuannya sebagai benteng pertahanan. Benar juga, benteng ini ternyata benteng terkuat Inggris di wilayah Timur, selain benteng St. George di Madras India. Lokasinya ada di atas bukit buatan, menghadap kota Bengkulu.
            Campur tangan arsitektur Inggris abad 20-an membuat bangunan ini kelihatan megah. Detail pondasinya yang bergaya Eropa, seakan ingin menggambarkan kejayaan Inggris saat itu. Penampang keseluruhan bangunan bentuknya mirip tubuh kura-kura. Besar dan kokoh.
            Masyarakat Bengkulu yang marah, pernah membakar bangunan itu, sampai penghuninya mengungsi ke Madras. Mereka kembali tahun 1724. Namun tahun 1793, benteng kembali diserang. Robert Hamilton, opsir Inggris tewas, menyusul tahun 1807 residen Thomas Parr juga meninggal. Buat memperingati jasa mereka, pemerintah Inggris membangun beberapa monumen di Bengkulu.

Benteng De Kock-Bukittinggi
Nama Lain Bukittinggi
Bangunan peninggalan Belanda ini dibangun tahun 1825-1826 oleh Kapt. Bauer, saat perang paderi berlangsung. Lokasi benteng yang awalnya bernama Strrenschans ini ada di atas Bukit Jirek, sekitar 300 meter sebelah utara Pasar Bukittinggi. Pemerintahan saat itu,  mengubah namanya menjadi Fort de Kock yang diambil dari nama Komandan Militer dan Wagub Jendral Hindia Belanda, Baron Hendrik Markus de Kock. Sejak berdirinya bangunan ini, pemerintah Hindia Belanda menyebut kawasan ini Fort de Kock, sementara warga asli Minangkau tetap mengakui namanya Bukittinggi.

KARYA NEGERI SENDIRI
            Bukan hanya benteng-benteng pertahanan yang dibuat pemerintahan Hindia Belanda, Portugis dan Jepang saja yang tercatat sebagai benteng tua di Indonesia, peninggalan orang Indonesia sendiri pun ada, seperti:

Benteng Rotterdam-Makassar
Filosofi Penyu
            Bila beberapa benteng tua yang kita kenal merupakan peninggalan Belanda dan Inggris, ternyata masyarakat asli Indonesia pun bisa membangun benteng, seperti yang dilakukan Kerajaan Gowa Tallo. Mereka di bawah kepemimpinan Raja Gowa ke 9, bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’kallona tahun 1545, membangun benteng berasitektur era 1600-an dengan dinding kokoh setinggi 5 meter yang berbahan dasar tembok batu dengan campuran tanah liat yang dibakar sampai kering di dekat pantai Losari, sebelah barat kota Makassar.
            Saat Raja Gowa ke 14, Sultan Alauddin memerintah, beliau mengubah konstruksi benteng menjadi batu padas yang berwarna hitam dan keras, diambil dari Pegunungan Karst di daerah Maros. Bentuk di dalamnya, rumah panggung khas Gowa. Uniknya,  bangunan ini menyerupai seekor penyu yang merangkak turun ke lautan. Filosofinya, penyu dapat bertahan di darat dan laut. Hal itu juga berlaku bagi Kerajaan Gowa yang menguasai laut dan daratan saat itu.
            Ketika Belanda mendarat di Makassar, mereka menginginkan bisa menguasai perdagangan di Gowa, maka pasukan Belanda dibawah pimpinan Speelman tahun 1666 menggempur benteng, hingga setahun kemudian isi benteng hancur. Kekalahan raja Gowa membuat mereka harus menandatangani perjanjian Bongaya, 18 November 1667. Penjajah yang menetap di sana, mengubah bangunan ini dengan gaya Belanda. Bentuknya seperti persegi panjang. Mereka memberi nama Fort Rotterdam atau Benteng Rotterdam, nama tempat kelahiran gubernur Belanda saat itu, Cornelis Speelman.
            Bila kita masuk benteng yang kini menjadi museum cagar budaya ini, kita akan melihat nuansa etnik, kental sekali dengan pintu kayu dan gerendel kuno. Pemerintah kini menggunakannya sebagai pusat kebudayaan Makassar. Selain melihat arsitekturnya yang masih asli, kita juga bisa melihat bekas ruang tahanan Pangeran Diponegoro yang dibuang Belanda tahun 1830 ke Menado, lalu tahun 1834 dipindahkan di sini. Biliknya sangat sempit dengan dinding melengkung, sangat kokoh.  

Benteng Keraton-Buton
Rekor Dunia
            Jalan-jalan ke Buton, tidak lengkap bila tidak melihat benteng yang tahun 2006 lalu masuk rekor sebagai benteng terluas di dunia. Bangunan yang berada di Bau-bau, Sulawesi Tenggara ini awalnya dibangun tahun 1597 pada masa pemerintahan La Sangaji. Beliau adalah Sultan Buton III yang bergelar Sultan Kaimuddin atau Sangia Makengkuna. Sederhana saja. Hanya tumpukan batu yang disusun mengelilingi kompleks istana. Tujuannya membuat pembatas antara kompleks istana dengan perkampungan di sekitarnya.
            Ketika La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin memerintah sebagai Sultan Buton IV, bangunan ini disempurnakan menjadi bangunan permanen. Bukan itu saja, obyek wisata bersejarah itu pun menjadi benteng pertahanan dari serangan musuh. Ternyata fungsinya bagus juga lho…Terbukti selama beberapa puluh tahun, benteng Keraton mampu melindungi pemerintahan Buton dari serangan musuh.
            Uniknya dalam kawasan benteng, terdapat situs peninggalan sejarah yang masih dirawat oleh penduduk setempat. Tepat di tengah benteng, ada sebuah mesjid tua dan tiang bendera yang dibangun ketika pemerintahan Sultan Buton III.  (steph)

Percaya Ramalan



            Jujur. Indra keenamku tidak setajam alm. Mama Laurent, Alien Sahertian atau paranormal lain yang bisa meramalkan perjalanan hidup seseorang. Berawal dari iseng, suka membaca karakter tiap zodiak, lama-lama aku menjadi percaya bila seseorang itu kepribadiannya akan dipengaruhi bintang yang menaunginya. Gara-gara itu pula, aku suka menebak teman-temanku sendiri. Kocaknya, mereka pun percaya.
            Pernah suatu hari, Sari datang ke meja kerjaku. Dia curhat, capek sering berdebat dengan cowoknya yang tinggal di lain kota. Kutebak cowoknya yang berbintang Aries itu, tidak mau terlalu diatur dan keras. Namun soal kesetiaan, tidak perlu disangsikan. Hanya masalah posesifnya Sari saja yang perlu dikurangi. Tahu, apa reaksi Sari? Dia memelukku, sambil berkata, “Kok kamu tahu? Kamu hebat…Terus, bagaimana kelanjutan hubungan kami?”
            Begitu deh, teman-teman suka takjub mendengar komentarku. Mereka anggap, aku punya indra keenam, alias bisa meramal! Padahal aku bukan peramal, paranormal, atau apa pun itu julukannya. Hal-hal berbau mistis saja, aku takut. Apalagi membayangkan aku bisa memiliki kemampuan melihat dunia lain di depan sana…Aduh! Namun kupikir-pikir, tak ada salahnya aku bisa menyenangkan orang lain. Minimal, saran-saranku yang mungkin bisa mereka manfaatkan. Misalkan kutahu Marta, temanku yang berasal dari daerah itu pemalu dan sangat tertutup, aku akan bilang, dia punya kesempatan berkembang di kantorku, asal dia mau membuka diri. Karena dia punya talenta yang tidak perlu disembunyikan. Atau Marsya yang perfeksionis, suka membuat teman-temanku sakit hati karena kata-kata pedasnya, akan aku bilang dia memperoleh surprise yang mengubah hidupnya, bila mau lebih sedikit bersabar dan berempati dengan orang lain.
            Tanpa kusadari, aku pun merasakan kepuasan tersendiri, bila orang yang merasa aku “ramal” itu senang atau optimis. Tidak hanya teman-teman kantor, teman satu kost dan teman satu profesi pun akhirnya tahu “kemampuan”ku. Hingga ketika kantorku mengadakan acara keakraban, liburan bersama keluarga karyawan, aku didaulat membuka stand ramalan.
            “Anggap saja buat have fun,… Kamu minta properti apa saja, nanti panitia sediakan deh. Please?” bujuk Riska, salah satu sahabat baikku waktu itu, ketika aku mati-matian menolak tawaran dari panitia keakraban. Andai membaca karakter teman-temanku, aku masih sanggup. Karena aku kan secara tidak langsung mengerti karakter mereka dari kesehariannya juga. Sehingga antara bintang dan kelakuan asli mereka yang kulihat setiap hari, kugabungkan. Lebih mudah, dibanding keluarga karyawan…wow! Kenal mereka pun aku belum, bagaimana mau membaca kebiasaan mereka?
            “Kalau mereka kecewa, bagaimana Ris? Aku nggak bisa meramal…” Aku berusaha mengelak.
            “Pelit banget sih… Apa karena nggak ada bonusnya? Sesekali amal dong…”
            Bujukan Riska, membuatku tersedak. Waduh, mereka bisa menduga aku matre. Padahal sama sekali aku tidak pernah meminta imbalan. Berat, tapi kuterima juga. Biarlah bila tujuannya untuk menyenangkan orang, minimal bisa memotivasi orang lain bisa lebih baik, bukan malah menakut-nakuti mereka dengan hal seram-seram.
            Siang itu, aku mulai menjalankan “profesiku” sebagai peramal. Kududuk berdiam diri di dalam sebuah stand yang tertutup kain. Satu demi satu, “pasien”ku masuk. Lima orang pertama, masih enak kutanggapi. Dua puluh orang berikutnya, tenggorokanku mulai kering. Air mineral yang kuteguk pun rasanya tidak sanggup membuat aku tenang. Damn! Aku mulai kehabisan kata-kata. Namun akhirnya, tugasku pun selesai. Aku mengusap peluh yang membanjir, ketika Riska mendatangiku dengan membawa sekotak ice-cream kesukaanku.
            “Hebat kamu! Banyak yang kaget, kok tebakan kamu tepat. Apalagi tuh, ada suami istri yang curhat kalau mereka menjadi sama-sama terbuka, setelah keluar dari stand kamu. Kamu berguru di mana sih?” pujinya.
            Aku hanya senyum simpul. Mereka tidak tahu, ketika aku duduk dalam stand, orang-orang yang minta diramal sudah ribut saat mengantri. Salah satunya ya pasangan suami istri itu yang kedengarannya memang sama-sama kencang bicaranya. Mereka kelihatan sama-sama bete, padahal seharusnya have fun di acara keakraban ini. Ya, maaf… Bohong untuk kebaikan, mungkin masih bisa dimaafkan kan?  (dimuat di Majalah FEMINA no. 51)